Pertama-tama, pertemuan daring pertama di kelas itu adalah momen yang penuh ketegangan dan, tentu saja, rasa ingin tahu. Hari itu, saya duduk di depan laptop dengan semangat campur aduk, antara cemas dan bersemangat. Begitu video call dimulai, wajah dosen ganteng itu muncul di layar. Dia tersenyum, dan seketika seisi kelas seolah membeku—benar-benar menghipnotis! Namun, petualangan sebenarnya dimulai ketika dia meminta kita semua untuk memperkenalkan diri. Ada satu teman sekelas kami yang sangat nervous. Saat gilirannya, dia mengucapkan, ‘Saya… saya… mau kenalan sama… eh… dosen ganteng ini!’ Semua orang langsung tertawa, termasuk dosen. Dengan nya yang penuh humor, dia menjawab, ‘Kita bisa kenalan selama semeter ini, jadi sabar ya!’
Semua orang tidak hanya merasa lebih rileks, tetapi juga seolah terjebak dalam momen konyol ini. Selama pertemuan itu, dosen kami berusaha untuk membuat suasana lebih akrab. Ia bahkan membagikan cerita lucu tentang pengalamannya saat belajar di luar negeri. Tiba-tiba, sinyal internetnya terputus dan dia menghilang dari layar! Kami semua menunggu dan tertawa saat salah satu teman menggoda, ‘Apa dia pergi untuk menyiapkan penampilan yang lebih ganteng?’ Momen konyol itu bukan hanya mengurangi ketegangan, tetapi juga membuat kelas terasa lebih dekat. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi di pertemuan berikutnya!