Ini selalu bikin aku mikir — frasa 'what is love' di lirik lagu itu sering jadi ruang kosong buat pendengar mengisi sendiri.
Kadang aku menemukan bahwa maknanya tergantung sama nada dan konteks: kalau dinyanyikan di lagu dansa yang enerjik, frasa itu jadi semacam seruan penuh keraguan yang disamarkan oleh beat cepat, seolah menari untuk menepis ketidakpastian. Di lagu balada, baris yang sama bisa berubah jadi pertanyaan patah hati yang lirih, menegaskan rasa rindu atau kebingungan tentang arti cinta yang pernah ada.
Secara personal aku suka memperlakukan frasa ini sebagai cermin. Penyanyi bertanya, pendengar pun ikut tanya ke diri sendiri—apakah cinta itu pengorbanan, kebahagiaan, atau cuma ilusi yang kita ciptakan? Makanya frasa sederhana ini kuat: dia nggak memberi jawaban, tapi ngundang kita untuk menggali. Di akhir hari, tiap kali ada lagu yang bilang 'what is love', aku selalu berhenti sejenak dan mikir tentang hubungan yang lagi kukenal, lalu lanjut dengar sambil agak tersenyum.