Invasi Beast
Ia menekan remote di tangannya—lantai bergetar halus saat dinding kaca di depan mereka perlahan terangkat, memisahkan arena utama dari zona aman.
“Karena ini latihan pertama, kalian akan menghadapi beast level 4. Majunya bareng, ya.”
“Nggak boleh satu-satu, Pak?” tanya Anton, cengengesan.
“Bukan ‘nggak’, tapi ‘belum’. Sudah, maju sana.”
Riyan dan Anton masuk ke dalam arena.
Tiba-tiba, lantai di ujung arena terbuka. Dari dalamnya muncul makhluk mengerikan—bertubuh beruang besar dengan kepala seperti ikan, tapi giginya terlihat tajam.
Hot Chapters