Ucap seseorang membuat Naya mengalihkan tatapannya dari Tania.
Naya melotot kan matanya ketika tau siapa si pemilik suara itu. "Eh banci, ini kerjaan Lo kan bajak hp gue. Lo kan yang ngubah nama Lo si banci jadi kayak gini. Mantan terindah apaan ha maksud nya?"
"Duh, apa nama nya kurang cute ya Nay. Atau perlu gue ubah lagi jadi mantan tersayang biar tambah cute?"
Ara tersenyum pahit.
“Standar lo rendah banget.”
Naya tertawa kecil.
“Bukan rendah. Realistis.”
Ia lalu melirik ke arah lain dan berkata cepat,
“Ngomong-ngomong… dia jalan ke sini.”
Ara refleks menarik napas.
“Nay.”
Naya menepuk tangan Ara pelan.
“Tenang. Lo Ara Paramita. Kepala arsitek. Bukan cewek yang gampang goyah.”