Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Kiraniaa
Keira Nathania, si gadis introvert berumur 16 tahun yang tumbuh besar di sebuah panti bernama Dream High. Walaupun serba kekurangan ia sangat senang tinggal di tempat itu. Karena baginya tempat itu mengajarkan arti dari kesederhanaan, kesabaran, dan keikhlasan. Kasih sayang yang teramat cukup pun ia dapatkan dari panti itu. Di sekolah, dia tidak pernah membuat masalah atau mendapat masalah, baik secara akademis, hubungan dengan teman-temannya, maupun hubungan dengan guru-gurunya. Namun, kondisinya yang baik-baik saja seketika berubah. Bermetamorfosa menghadirkan luka dan lara. Tak sesuai keinginannya. Keira harus menerima pil pahit, bahwa ia telah dibully oleh temannya, Laura. Semua ini bermula ketika Keira mengetahui fakta bahwa Laura menjadi penyebab meninggalnya Tsania, teman Keira. Untuk menutupi kejahatannya, Laura pun terus mengancam Keira. Pembullyan, kesedihan, dan cemoohan yang dirasakan Keira dari orang yang selalu merisaknya, tak disangka mengantarkannya kepada peristiwa besar yang menegangkan dan mengubah kehidupannya. Dan ketika itu Keira tak disangka menyerah akan hidupnya bunuh diri di atas jembatan dan menenggelamkan diri ke laut. Namun seseorang telah menyelamatkannya. Sang kakak, Karin yang merupakan kembarannya Keira. Bertahun-tahun lamanya ia hadir dan menolong Keira yang sudah tenggelam di laut. Namun Karin berakhir dengan kehilangan ingatannya sedangkan Keira selamat. Akhirnya Karin yang disangka meninggal padahal ia lupa ingatan dan sembunyi di suatu tempat. Di sisi lain Keira diangkat menjadi anak angkat ibu Karin yang sedang mencari informasi tentang saudara kembar anak angkatnya. Keira menjalani kehidupan sebagai Karin, ia merasa bahagia. Hadirnya dua sahabat yang peduli dengannya dan dua sosok pria yaitu Rakha dan Nathan yang mewarnai hari-harinya. Akan tetapi dibalik kebahagiaan, kegelisahan pun cukup menghantui Keira. Permusuhan dimulai kembali ketika sosok teman lama pindah ke sekolah yang sama dan berusaha untuk membocorkan identitas Keira yang sebenarnya. Namun tak disangka sang kakak yaitu Karin muncul kembali dan menyelamatkan sang adik dari Laura yang selalu menindasnya.
Thriller
104.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
CINTA PERTAMA SI GADIS ES

CINTA PERTAMA SI GADIS ES

di Balik Gemerlap BSD Sasya Maharani adalah prototipe kesempurnaan di SMA Puncak BSD, sebuah institusi elite di jantung kota metropolitan. Dikenal sebagai "Si Gadis Es" karena fokusnya yang mutlak pada akademik dan masa depan cemerlang, hidup Sasya terencana rapi dan tanpa emosi yang mengganggu. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat ia dipertemukan dengan Ardi Sanjaya, murid pindahan yang misterius dan dikelilingi rumor perkelahian di sudut-sudut BSD. Ardi, dengan tatapan liarnya dan kepolosan seorang anak, langsung mengklaim Sasya sebagai teman pertamanya, bahkan menyatakan cinta dengan lugas di tengah taman kota. Pertemuan tak terduga ini menarik Sasya ke dalam lingkaran pertemanan Ardi yang eksentrik, termasuk Nisa Adelia, si pecandu media sosial yang haus perhatian, dan Rizky Pratama (Kiki), atlet basket yang tenang. Di tengah hiruk pikuk BSD yang serba modern, Sasya mulai melihat sisi lain Ardi: kepolosan di balik citra berandal, kecerdasan tersembunyi yang mengancam posisinya sebagai murid teladan, dan hati yang rentan akibat masa lalu keluarganya yang kompleks, terutama hubungannya dengan sang kakak, Yudha Sanjaya. Seiring waktu, perasaan Sasya terhadap Ardi mulai tumbuh, memporak-porandakan logika dan rencana masa depannya. Di saat yang sama, Kenan Wijaya, putra konglomerat BSD yang karismatik, muncul dan terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada Sasya, menciptakan persaingan sengit dengan Ardi. Sasya harus bergulat dengan perasaannya sendiri, memahami arti persahabatan, cinta, dan bagaimana menyeimbangkan ambisi akademisnya dengan gejolak hatinya. Novel ini akan mengikuti perjalanan Sasya dan Ardi—si kulkas berjalan dan si berandal—dalam menavigasi kompleksitas masa remaja, tekanan akademis, dan dinamika hubungan. Dari momen-momen kocak di foodcourt mal hingga percakapan serius di rooftop gedung-gedung tinggi BSD, mereka akan belajar untuk saling percaya, berkomunikasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Pada akhirnya, di tengah gemerlap dan kesibukan BSD City mereka akan menemukan bahwa cinta sejati seringkali hadir dalam bentuk yang paling tak terduga, mengubah peta kehidupan mereka dan membuka lembaran baru.
Romansa
10688 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Guess What, Hubby? I'm Your Stepmom Now!

Guess What, Hubby? I'm Your Stepmom Now!

On Christmas Eve, my father got the man I had secretly loved for ten years drunk and sent him to my bed. When I woke up the next morning, Roy pulled away from my attempt at a good-morning kiss. His voice was cold and distant as he agreed to marry me. After the wedding, Roy wasted no time submitting a transfer request. He took an overseas post and left. He did not return for five years. I gave birth to our daughter, Eve, alone and waited for him to come back home. When I heard that Roy had finally applied to return to a domestic position, I was overjoyed. I spent days preparing, imagining our first reunion as husband and wife. But even when the clock struck midnight, he still hadn't come home. Our daughter, ever so thoughtful, placed her most treasured possession—a photograph of Roy—into my hands. "Don't cry, Mommy," she said softly. "Look, Daddy's right here." I tried to convince myself that his absence was due to a delayed flight. But later that night, while watching the news, I saw him. He was on a crowded city street, holding a young girl in his arms. Beside him stood a woman, her smile soft and warm. Facing the camera, Roy said, "Being with them is my greatest wish." At that moment, something inside me broke. I wrote up the divorce papers, packed our things, and planned to take Eve to change her identity. I didn't want him anymore. The day before we left, a man I had never met came to see me. He was Roy's father. "You could call me Dad," he said, a faint smile playing on his lips. "But I'd rather you call me Ryan." I told him everything about the past five years—how I had waited, how I had hoped. When I finished, he laughed softly, an unusual warmth in his voice. "If it was just business," he said, "perhaps your father should have tied a bow around me and sent me to your bed instead. But I hold my liquor well—if I ever end up wrapped in a bow, you can be sure it's by choice."
Baca
Tambahkan
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
363738394041
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status