Kesetiaan yang Kadaluwarsa
"Bu Regina, usia kandunganmu sudah hampir enam minggu. Mengingat kondisi fisikmu yang kurang baik, aku cuma bisa kasih kamu waktu setengah bulan untuk mempertimbangkan apakah akan menggugurkan kandungan ini atau nggak."
Mengingat Rafael Davanka, kekasihnya selama lima tahun, Regina Kalingga pun mengangguk tanpa ragu sedikit pun.
"Dua minggu lagi, aku akan datang untuk operasi."
Melihat Regina sama sekali tidak bimbang, dokter itu pun merasa sedikit terkejut.
"Apa kamu nggak perlu membicarakannya dulu dengan kekasihmu?"
Regina tersenyum pahit sambil menggelengkan kepalanya.
Pria yang dulu bersumpah setia sehidup semati dan berjanji akan menikahinya itu, kini justru menanti dengan penuh semangat kelahiran anaknya dari wanita lain, tiga bulan lagi.