Wonderstruck
“Apa kamu nggak tertarik tinggal bareng Mama di Perth? Tentunya setelah kamu kelar kuliah. Biar ntar nyari kerja di sana aja. Atau bantuin Uncle Eddie. Sekalian nemenin Mama karena Nef nggak mau balik ke sana. Tapi, kamu harus lebih serius belajar bahasa Inggris, biar makin lancar ngomongnya.”
Sebagai reaksi untuk kata-kata Mama, Nilla melongo dengan ekspresi lucu yang membuat tawaku akhirnya pecah. Aku sampai terbatuk-batuk karena sedang mengunyah piza. Nilla buru-buru mengambilkan air mineral untukku.
“Serius, Ma?” tanya Nilla, tak percaya. Dia sempat menatapku sesaat.