Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takhta Takdir

Takhta Takdir

Pria dengan tongkat itu menghela napas. "Tentu, selama kalian tidak membunuh penduduk yang tidak bersalah" Biksu tua itu mengangguk pelan. Meski mereka adalah kelompok pengibar panji kebaikan dan kebenaran, bukan berarti mereka bodoh mengenai hal duniawi.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai bait al hikmah
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Ini adalah ruang pikiranku sendiri. Aku melayang-layang di udara. Di hadapanku, ada tombol-tombol yang menggantung pada pipa-pipa besar. Aku menelan ludah. Sebelumnya, hanya satu tombol yang menyala, tombol yang memberiku kemampuan membaca pikiran orang lain. Tapi sekarang… Tombol kedua yang selama ini padam, kini perlahan menyala.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai bait al hikmah
Baca
+Pustaka
Niat Jahat Majikanku

Niat Jahat Majikanku

“Nggak tahan? Tubuhmu jadi lebih sensitif setelah digunakan oleh Jeff, ya? Nutrisimu ini memang bagus, aku suka rasanya. Mulai sekarang, kamu khusus melayani kami saja, sampai tak bisa memproduksi susu lagi.” “Selanjutnya, tinggal markas rahasiamu. Anakku sudah coba, masa ayahnya ketinggalan? Satu dan dua orang juga nggak ada bedanya.” Tak kusangka, di balik wajah ramahnya, ternyata tersembunyi sisi seperti ini. Usianya bahkan sudah pantas menjadi ayahku, bukan hanya ingin merebut makanan cucunya, dia bahkan berniat melakukan hal seperti itu padaku.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai bait al hikmah
Baca
+Pustaka
TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

Hilya membaca surat Al-Baqarah ayat 216: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." Ayat itu menggema di hati Hilya, menimbulkan perasaan campur aduk. Apakah keputusan Abi dan Umi benar-benar takdir yang terbaik untuknya? Tiga hari berlalu dengan cepat. Hari ini adalah hari di mana Hilya akan bertemu dengan orang tua pria yang dijodohkan untuknya. Hilya duduk di ruang tamu, mengenakan gamis sederhana berwarna biru muda. Tangannya bermain dengan ujung jilbabnya, mencoba menenangkan detak jantungnya yang semakin tidak terkendali.
10812 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai bait al hikmah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status