Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku
Ia menjilati bibirnya dengan gaya yang seksi sampai entah mengapa, Tama mendadak terpaku menatap bibir itu, bibir indah yang merah merona, bibir yang terlihat sangat lembut, dan membuat Tama menelan salivanya tanpa disadari.
Sial! Tama pasti sudah gila saat ini. Tidak seharusnya ia menatap bibir Elva, tapi nyatanya Tama tidak bisa mengalihkan perhatiannya. Makin menatap, Tama makin merasa bibir seksi itu begitu kissable.
Bagaimana bisa wanita jelek memiliki bibir yang seseksi itu. Debar jantung Tama pun memburu dibuatnya.
Untungnya, Tama bisa mengendalikan dirinya dan akhirnya memalingkan wajahnya. Sesekali ia melirik bibir Elva lagi, tapi dengan cepat, ia meraih tisue dan menyodorkannya pad
الفصول الرائجة