Mengejar Cinta Rania
Bukannya minta maaf karena ucapannya yang ngaco, tapi justru membuatku bertambah kesal.
"Maaf, bukan begitu. Habisnya, kamu itu lucu kalau digoda. Aku jadi ketagihan kalau lihat bibir kamu yang maju seperti itu. Pengen aku makan." Tangan kanannya terulur, menyentuh bibirku.
Makin menyebalkan saja ucapannya. Bibir, kok, dimakan. Memangnya kue?
Namun, sedetik kemudian, aku gelagapan dengan tatapannya. Benar-benar seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya.
Hot Chapters