Pria yang Dicintai Suamiku
Terlebih pada Mas Panjul, selama ini cintanya palsu!
Aku tersenyum sinis, lalu berkata. “Oh, iya. Sampai lupa. Mau minum apa. Teh manis, susu hangat, atau kopi sianida?” tawarku pada Jeni, sontak wajahnya berubah takut. Ia langsung menggamit lengan suamiku dengan manja. Dasar racun!
“Inah, jangan nakutin Jeni gitu, dong. Bagaimana pun, dia ini calon istriku!” seru Mas Panjul kalem.
Hot Chapters