Malam Terakhir di Singgasana
Kuda hitam itu melesat bagai hembusan angin, hanya menyisakan siluet samar dalam sekejap.
Roni memegang kendali kudanya, dan sempat menoleh ke belakang.
Hamparan salju putih membentang, dunia terlihat luas tanpa batas, selain itu tak ada apa pun.
Pasukan yang mengikutinya di belakang segera menutupi pandangannya. Dia berbalik, melecut kembali kudanya, dan melesat menuju ibu kota.