Sebening Senja
Beristigfar, mengusir kegusaran yang begitu menyedot energi.
"Ning, Bening!" Entah yang keberapa kali, Ning Zil memanggilnya. Segera menguasai diri, Bening menjawab gugup.
"Inggih, Ning."
"Kamu, kok, ngelamun?"
"Enggak, Ning. Cuma kepikiran kerjaan tadi siang." Bening mencoba menutupi.
"Memangnya kenapa, ada masalah di tempat kerja?"
Hot Chapters