Seringkali orang mengira julukan 'benua hitam' muncul karena mayoritas penduduknya berkulit gelap, tapi sebenarnya ada sejarah menarik di baliknya. Dulu, para penjelajah Eropa abad ke-19 menyebut Afrika begitu karena masih banyak wilayah yang 'gelap' atau belum terpetakan. Hutan lebat dan gurun luas yang misterius memberi kesan eksotis. Sekarang, istilah ini justru diadopsi dengan bangga sebagai simbol identitas budaya yang kaya. Beberapa seniman kontemporer malah menggunakan metafora 'hitam' untuk menggambarkan ketahanan dan keindahan kontras benua ini.
Yang menarik, warna kulit sendiri sebenarnya sangat beragam di Afrika - dari suku Berber di utara sampai masyarakat San di selatan. Julukan ini lebih tentang persepsi dunia luar daripada realitas monolitik. Justru keragaman inilah yang membuat Afrika begitu memesona bagi banyak penikmat budaya seperti aku.