Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
UNPLACED

UNPLACED

“Kemarin lusa katanya mau pinjam tas. Sekarang?” Arman menarik satu fail dari mejanya. Dokumen bersampul cokelat. “Ginkgo Biloba,” ujar sahabatnya itu sembari berdeham. “Gue nggak lupa. Emang sengaja. Nggak mau datang.” “Lo tuh ya kadang-kadang.” Arman membaca lembaran-lembaran yang ada di dalam dokumen tersebut. “Ini pageant, Man. Kontes kecantikan! Siapa yang cantik, itulah pemenangnya!”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as blank slate
Read
+Library
BI-LA

BI-LA

Senyum Nila menghilang, "Biru, aku lagi nawarin cara terbaik untuk mecahin masalah kamu lho." Biru mengangguk, "Saya mengerti, tapi ini berarti saya manfaatin kamu. Saya gak mau jadi manusia picik, yang pura-pura gak tahu kalau saya baru saja menghancurkan impian masa depan kamu." "Biru, kalau ini menenangkan kamu akan ku jelaskan kalau aku gak punya impian." Biru langsung menoleh dengan cepat, untung mereka sedang posisi berhenti karna macet. "Maksudnya?"
2.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as blank slate
Read
+Library
Sweet Passion

Sweet Passion

Sambil menunggu makanan siap, mereka juga melakukan sebuah permainan lucu dengan menghitung seberapa banyak kendaraan yang berwarna sesuai dengan pilihan mereka. "Aku ambil kendaraan warna hitam, Ivan putih dan Ayah merah, bagaimana?" usul Ale. "Jika diantara kita skornya paling redah, paginya harus membuatkan sarapan untuk kita bertiga, setuju?" imbuh Ivan ikut andil dalam permainan tersebut. "Lah, kalian curang. Warna hitam dan putih kan banyak banget pengeluarannya," protes Ale.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 339 Times as blank slate
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.5K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as blank slate
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Kamu, bisa Rib hari ini? Kita enggak lama, hanya cuci-cuci mata saja.” “Baik, Aku bisa, An. Kita ketemu di Mall Boxies, ya. Kamu jangan telat, An.” “Ok, deh, Rib. Pukul 04:15 aku sudah disana, ya.” “See you, Rib.” “See you too, An.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as blank slate
Read
+Library
Cahaya Biru

Cahaya Biru

ucapnya santai. Aku hanya memutar bola mata malas. "Udah, lo kerjain sekarang," ucapku sedikit ketus. Biru menghela napas panjang. Aku tak mau lagi membatinnya karena takut tidak sesuai realita. "Ini pakai rumus yang mana?" tanya Biru sambil menyodorkan kertas berisi soal padaku.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as blank slate
Read
+Library
Blue Flame

Blue Flame

Pegangannya dihiasi permata rose gold, memancarkan aura sakral dan berbahaya dalam satu kesatuan. Tanpa aba-aba, belati itu melayang di udara dan mulai bergerak cepat. Dalam satu kedipan mata, ia menyayat telapak tangan mereka semua, meninggalkan luka dalam yang segera mengalirkan darah merah pekat ke dalam cawan besar. Begitu darah mereka menyentuh dasar cawan, belati itu melesat kembali ke udara dan lenyap dalam sekejap, seolah hanya dipanggil untuk menjalankan tugasnya, lalu kembali ke dimensi asalnya.
870 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as blank slate
Read
+Library
Paper Gray

Paper Gray

Selain tes pek dengan dua garis merah dalam kotak tersebut juga diletakan sebuah kartu memo berwarna hitam dengan tulisan 'aku hamil' yang ditulis tangan oleh Aera menggunakan tintah berwarna Gold. Aera kembali mengelus-elus kotak yang akan menghantarkan kabar gembira pada Dhexsel itu "Ku harap waktu cepat berlalu, Dhexsel. Aku sudah tidak sabar ingin memberikan ini pada mu." Gumam Aera riang.
8.43.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as blank slate
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

Pelayan yang membawakan troli makanan, meninggalkan troli itu di dekat kasur dan berjalan ke arah Sena dengan membawa selembar kertas. “Ini jadwal Nona Sena untuk dua hari ke depan,” katanya sambil menyerahkan satu lembar kertas berwarna putih. Dengan wajah bingung, Sena menerima kertas itu. Jadwalnya? Tak ingin banyak bertanya, Sena melihat salah satu muka kertas yang penuh dengan tulisan. Di bagian atasnya terdapat sebuah judul “Jadwal Harian Sena.”
104.7K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as blank slate
Read
+Library
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Kala dia mendekat, hatiku menghangat seiring dengan senyumannya yang memikat. Perempuan muda itu berhenti tepat di sebelah kanan dan ikut duduk bersama. Dia meletakkan ransel dan membukanya. Mengeluarkan satu tempat makanan berbahan plastik tebal berwarna biru. "Mau?" tanyanya sambil membuka tutup tempat itu.
95.7K viewsCompletedAdded to Library 158 Times as blank slate
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status