Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sweet Passion

Sweet Passion

Sambil menunggu makanan siap, mereka juga melakukan sebuah permainan lucu dengan menghitung seberapa banyak kendaraan yang berwarna sesuai dengan pilihan mereka. "Aku ambil kendaraan warna hitam, Ivan putih dan Ayah merah, bagaimana?" usul Ale. "Jika diantara kita skornya paling redah, paginya harus membuatkan sarapan untuk kita bertiga, setuju?" imbuh Ivan ikut andil dalam permainan tersebut. "Lah, kalian curang. Warna hitam dan putih kan banyak banget pengeluarannya," protes Ale.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 333 Times as blank slate
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as blank slate
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Kamu, bisa Rib hari ini? Kita enggak lama, hanya cuci-cuci mata saja.” “Baik, Aku bisa, An. Kita ketemu di Mall Boxies, ya. Kamu jangan telat, An.” “Ok, deh, Rib. Pukul 04:15 aku sudah disana, ya.” “See you, Rib.” “See you too, An.”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as blank slate
Read
+Library
Cahaya Biru

Cahaya Biru

ucapnya santai. Aku hanya memutar bola mata malas. "Udah, lo kerjain sekarang," ucapku sedikit ketus. Biru menghela napas panjang. Aku tak mau lagi membatinnya karena takut tidak sesuai realita. "Ini pakai rumus yang mana?" tanya Biru sambil menyodorkan kertas berisi soal padaku.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as blank slate
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

“Kemarin lusa katanya mau pinjam tas. Sekarang?” Arman menarik satu fail dari mejanya. Dokumen bersampul cokelat. “Ginkgo Biloba,” ujar sahabatnya itu sembari berdeham. “Gue nggak lupa. Emang sengaja. Nggak mau datang.” “Lo tuh ya kadang-kadang.” Arman membaca lembaran-lembaran yang ada di dalam dokumen tersebut. “Ini pageant, Man. Kontes kecantikan! Siapa yang cantik, itulah pemenangnya!”
102.9K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as blank slate
Read
+Library
Blue Flame

Blue Flame

Kekuatan dewa yang harusnya bercahaya, mengerut, mengecil, dan mengecil lagi. Menyadari perubahannya, ia berlari keluar dari kerumunan warga, tubuhnya berubah kecil, rapuh, sederhana. Tubuh seorang manusia kerdil. Seer agung Skylume, hilang selamanya dari kayangan. Vivian masih tak sadar. Dan ketika ia bangun nanti, ia tak akan ingat Stayrus sama sekali. Stayrus menatapnya pelan, lembut tapi hancur.
648 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as blank slate
Read
+Library
Paper Gray

Paper Gray

Selain tes pek dengan dua garis merah dalam kotak tersebut juga diletakan sebuah kartu memo berwarna hitam dengan tulisan 'aku hamil' yang ditulis tangan oleh Aera menggunakan tintah berwarna Gold. Aera kembali mengelus-elus kotak yang akan menghantarkan kabar gembira pada Dhexsel itu "Ku harap waktu cepat berlalu, Dhexsel. Aku sudah tidak sabar ingin memberikan ini pada mu." Gumam Aera riang.
8.43.4K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as blank slate
Read
+Library
The Blue Eyes

The Blue Eyes

Berbelok ke kanan dan menyusuri jalanan yang mulai ramai oleh manusia. Viana tampak terkagum-kagum melihat suasana ramai, mungkin dia terbiasa dengan keheningan di Salabintana. Aku jalan dengan memasukkan tangan ke saku celana. Sementara Viana berpegangan pada lengan kiriku. Di sebuah gedung yang megah, Viana meminta berhenti. Memandangi bangunan indah ini dengan mata berbinar. "Ini seperti bangunan di buku milik.vader," ucapnya.
95.5K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as blank slate
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Nala merogoh buku dari dalam tasnya. "Idih, jangan buru-buru dong," Padma merajuk lagi. "Aku ada kejutan nih buat kalian!" Dia meraih sebuah kotak seukuran bantal bayi yang terbungkus oleh plastik hitam. Dengan antusias dan tergesa-gesa, Padma merobek-robek bungkusnya. Isinya sungguh di luar perkiraan Nala: satu set lightstick dan miniatur personel grup penyanyi laki-laki dari negeri gingseng.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as blank slate
Read
+Library
Unknown

Unknown

batinku penuh harap. Radit adalah satu-satunya sahabat terbaik yang aku temui dalam hidupku. Apapun masalah yang sedang aku alami dia selalu memihakku, jujur aku takut jika kali ini ia tidak bisa memihakku karna sejak awal ia sudah berbeda pandang denganku. Bahkan ia selalu menyalahiku, jujur aku takut pesahabatan kami runtuh akibat masalah ini. Aku bahkan tidak mengharapkan happy ending dari permasalahan ini. Malah aku ingin semuanya kembali seperti semula, kembali seperti sebelum aku bertemu dengan ilusi itu. Sungguh semua ini memberatkan hidupku.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as blank slate
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status