99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank
Di hari jadi kelima kami, Jeksen berlutut di tengah ucapan selamat semua orang.
“Reiny, maukah kamu menikah denganku?”
Namun, wajahku tetap datar tak berekspresi.
Sesuai dugaan …. Detik berikutnya, Jeksen melempar cincin di tangannya, membakar gaun pengantin, dan menghancurkan seluruh dekorasi lamaran.
Teman masa kecil kesayangannya tertawa terbahak-bahak melihat semua ini.
Ini bukan pertama kalinya.
Jeksen sudah melamarku 99 kali. Semuanya hanya demi membuat sang teman masa kecil yang depresi itu tertawa.
Teman-temannya bersorak sambil mengejek, “Kenapa kali ini Kak Reiny malah sok jual mahal? Cepat terima dong!”
“Kami mau lihat kamu ketakutan sampai menangis lagi!”
Hatiku tenang, tanpa riak. Aku pun berkata dengan suara datar, “Maaf, aku sudah bertunangan. Baru dua hari yang lalu.”
Jeksen tertegun sejenak, lalu mencibir, “Selain aku, siapa lagi yang mau sama kamu?”
Semua orang tertawa keras, bahkan mulai bertaruh kapan aku bisa mendapatkan pasangan untuk nikah.
Tapi mereka tidak tahu ….
Begitu mendengar aku dilamar, pasanganku langsung bergegas kemari untuk merebutku kembali. Sekarang dia sudah dalam perjalanan ….