🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER
Emma menggerutu, jarinya menekan tombol dengan frustrasi.
“Boneka anjing hitam itu,” jawab Summer lembut, menunjuk ke sudut mesin. “Matanya sedikit sedih, mirip anjingku di rumah.”
Emma mendengus, mencoba mengarahkan capit logam itu. “Jelek banget seleramu, Sum. Itu boneka paling tidak menarik di sana.” Ia mencoba lagi. Gagal. Capitnya lemas. “Kelinci putih ini saja ya,” kata Emma akhirnya. “Kelihatannya lebih gampang ditarik.”
Hot Chapters