Legenda Dewa Pedang
Di sekelilingnya, ratusan boneka pasir berdiri membentuk lingkaran.
Setinggi pinggang manusia, tubuh mereka kasar dan retak-retak, seperti pahatan terburu-buru dari pasir gurun yang dipaksa hidup. Tidak ada wajah. Tidak ada mata. Namun di dada masing-masing, terukir simbol hitam pekat—tanda kutukan yang berdenyut perlahan, memancarkan aura dingin.
Boneka-boneka itu bergerak pelan.