Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
I Disappeared After Ninety-Ninth Engagement

I Disappeared After Ninety-Ninth Engagement

For our ninety-ninth engagement ceremony, Julian booked us a skydive. He said he wanted to tell me he loved me at thirty thousand feet. My chute didn't open. I got tangled in a big tree. I survived, yet suffered multiple fractures all over my body. In the ward, I accidentally saw a message on the screen of our jump instructor's phone. It was addressed to Julian, and it carried a video. The video showed someone tampering with my chute before we boarded. So the "accident" was Julian's idea? I dragged myself out of bed on crutches, every bone in my body screaming, ready to confront him. I made it as far as the hallway. He was already there, talking to someone, and the moment I saw the other man, the floor tilted under me. The man across from him was the same driver who'd hit me with his car the night before our last engagement. The hit-and-run that should have killed me. "Mr. Veil, if you ever need me again, please reach out." Julian's voice was flat, almost tired. "There won't be a next time. I've tried everything I can think of. The engagement can't be postponed anymore." "And the woman you actually love, sir?" "I'll keep loving her," Julian said. "But Ada is the one I marry. Her mother gave my father a kidney. That's the debt. I have to pay it." I stood there shaking, and the truth rearranged itself behind my eyes. The camping trip he had planned, where I got lost and nearly died of hypothermia in the woods. That had been him. The vitamin C he had handed me, the one that put me in the ICU. Him too. And this time — the skydive, thirty thousand feet, “I want the sky to witness our love”. All of it. Every single one of those accidents was him trying to delay the wedding. But Julian, I thought, I could save you the trouble. The next morning I accepted an offer that had been sitting in my inbox for weeks: an invitation from a world-class orchestra on the other side of the planet.
5.0K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as camping quotes
Read
+Library
Kesempatan kristal kedua

Kesempatan kristal kedua

Lizzie
Berawal dari sebuah acara kemah atau camping di sebuah Gunung, yang diadakan dari pihak sekolah pada pembagian kelompok sialnya Bianca mendapati dirinya satu kelompok dengan Vanessa dan teman temannya, tentu itu membuatnya khawatir. Beberapa waktu kemudian firasatnya itu pun terjadi, Bianca didorong lalu terjatuh keluar area kemah, membuat Bianca tak sadarkan diri, ketika sadar Bianca berjalan tanpa arah sampai menemukan sebuah pemukiman, dia disambut dengan ramah tapi semakin lama semakin terasa aneh terutama ketika pemimpin warga itu duduk simpuh kedua bola matanya menghadap ke atas serta menadahkan seakan akan sedang berdoa, kejadian itu disaksikan oleh mata kepala Bianca sendiri yang membuatnya terheran heran, sampai ketika mulut sang pemimpin mengeluarkan kalimat “Aku merindukan mu Aletha.” Mendengar hal itu membuat sekujur tubuh Bianca merinding dan spontan berdiri keluar hingga berlari terpontang panting demi menjauh dari pemukiman tersebut, tak ada satu pun yang memperdulikan Bianca yang keluar secara tiba tiba, terus berlari ketakutan semakin jelas setelah mengetahui fakta sebenarnya yang dikatakan oleh salah satu warga tersebut yang sedang melakukan sebuah ritual, ketika berlari Bianca tak sadar menabrak kuda yang ditunggangi seorang pemuda tampan, hal itu membuat Bianca terpukau, tanpa sadar keadaan sekitar pun berubah, dari gelap dan penuh rasa takut kini Bianca merasa tenang serta kagum dengan pemuda di depannya. Tapi tetap saja, itu tidak menghilangkan pikiran Bianca tentang kejadian sebelumnya, sampai saat ini tanah yang ia pijak adalah sebuah keanehan membuat Bianca mencubit pipinya sendiri lalu lengan tangan kanannya, rasa sakit membuat Bianca sadar ini nyata, tapi kalimat yang keluar dari mulut pemuda itu justru membalikkan fakta. “Sedang apa putri Lucia?” Seketika Bianca kaget dengan mata melotot melihat pemuda yang ramah dan tersenyum didepannya, hingga memanggilnya dengan sebuah nama ‘Putri Lucia’ dengan cepat Bianca mengamati sekitar, tidak ada siapa pun pemuda itu sedang berbicara dengannya!
101.5K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as camping quotes
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status