Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Paying My Father's Debt: Sold My Body To Harrem Lavigne

Paying My Father's Debt: Sold My Body To Harrem Lavigne

Nagulat na lamang si Ysabel nang may mga armadong lalaki ang pumunta sa kanilang bahay at pilit siyang kinuha kahit na may malubhang sakit ito. Mas lalong nadurog ang kanyang puso nang malamang may pagkakautang at atraso ang kanyang ama kay Harrem Lavigne, na isang muti-billionaire at kinakatakutang CEO "Alam mo ba kung bakit ka andito saakin?" "Your father sold you to me. So you are going to give me your body and your soul. Sayang lang at hindi pa kita mapapakinabangan sa ngayon. You will be my bed warmer. I'll wait until you fully bloom." Iyon ang mga katagang tumatak sa kanya nang makapasok siya sa buhay ni Harrem. Naging pansamantalang libangan siya nito tuwing nakakaramdam siya ng tawag ng laman. Akala niya ay doon magtatapos ang kanyang paghihirap Ngunit ano ang gagawin ni Ysabel nang malaman niyang si Harrem at ang fiancee nitong si Cassandra ang dahilan kung bakit nasawi ang kanyang pamilya? “You'll pay for what you made me into. And I will make sure that you'll end up kneeling into your knees begging for my forgiveness. Dahil patay na ang dating Ysabel na kilala niyo." Brace yourself, Harrem Lavigne because Ysabel Larraine Cielo will make you taste your own medicine. Sa gitna ng kanilang paghihiganti sa isat isa ay matutuklasan nila ang isang sekretong magkokonekta ulit sa kanilang dalawa. This time, is there any second chance para sa kanilang pagmamahalan? "Ysabel, you're an angel sent from hell to save a demon like me. I'm fucking whipped on you, baby." Mainit na bulong ni Harrem sa tenga ng namumulang si Ysabel.
Romance
10889 viewsOngoing
Read
Add to library
Emergency Betrayal: Second Chances

Emergency Betrayal: Second Chances

Madam Pratt, my mother-in-law, was in critical condition after a car accident, desperately needing surgery. However, as the lead surgeon, I—Lilianne Davis—stood by, casually scrolling through short videos on my phone. My best friend, Tiffany Owens, who was also a doctor, was far more anxious than I was. She grabbed my hand and pulled me toward the operating room. “Lily, why are you still stalling? Hurry up and save her!” I took a step back, clutching my stomach in pain as her face twisted in shock. “I have cramps so bad I can’t even stand. You do it.” In my last life, the moment I heard about Madam Pratt’s accident, I had swallowed a painkiller and rushed into surgery, working for hours to stabilize her. I had barely stepped away from the operating table when alarms blared. “Lilianne, what have you done? The patient is experiencing acute hemolysis!” “Call the family now!” Gareth Pratt stormed in, his face twisted with rage. He slapped me hard in the face. “Lil, you’re a professional surgeon, yet you gave my mother the wrong blood transfusion?!” I froze, reaching for Madam Pratt’s medical report to explain, only to find that the A-type blood I had seen before had somehow changed to B-type. The medical board arrived, and a blood test revealed traces of hallucinogens in my system. “Unbelievable! Taking illegal substances before surgery? That’s a cardinal sin for a doctor!” In the chaos, Emma Pratt, Gareth’s teenage sister, grabbed a scalpel and stabbed me multiple times. Blood gushed from my arteries, and I collapsed in a pool of crimson. As my vision faded, I couldn’t understand what had happened. I had never taken illegal drugs. Besides, I was absolutely certain of Madam Pratt’s blood type. When I opened my eyes again, I had returned to the moment right before stepping into the operating room.
Short Story · Rebirth
3.7K viewsCompleted
Read
Add to library
UNCONTROL CEO DESIRE (INDONESIA)

UNCONTROL CEO DESIRE (INDONESIA)

Di_evil
"Aku menginginkanmu. Setiap inchi tubuhmu menarik perhatianku. Apakah kita tidak akan ada kesempatan tidur bersama?" Kembali, Sarla menggelengkan kepalanya dengan gerakan kuat beberapa kali. "Tidak akan!" "Kau harus ingat jika aku berada di sini bukanlah sebagai pelayanmu dan melakukan apa saja yang kau minta. Termasuk tidur denganmu Mr--" "Kau memang bukan pelayanku. Tapi, kau sudah hidup bersamaku di sini. Kau sudah mendapatkan semua fasilitas mewah di rumahku." "Jadi, apa tidak boleh aku menerima balasan? Minimal kau dapat menyerahkan tubuh indahmu, Miss Sarla." Wilzton menyeringai. "Baiklah. Anggap saja aku membalas budi. Harus berapa kali aku bersedia untuk kau tiduri?" tanya Sarla dengan tenang. Tak menunjukkan kegugupan. "Haha. Selama gairahmu masih menginginkanku untuk memuaskanmu." Sarla membeliak kaget. "Apa katamu?" "Kau suka bukan? Apa pun yang menyenangkan hatimu akan aku lakukan, Sayang." Sarla kian membelalakan mata. Tambah kesal juga akan ucapan Wilzton yang baginya penghinaan. "Cih, kau kira kau bisa memuaskanku begitu saja?" Sarla dominasikan nada mencibir dan jengkel. "Lebih baik kau lihat dulu permainanku. Baru, kau boleh menilai. Aku jamin aku tidak mengecewakan." …………….. Sarla Maykan Parker harus menanggung akibat dari hidup glamour yang sudah melewati batas. Tak bisa ia hindari hukuman ditentukan oleh keluarganya sendiri. Dibuang ke San Fransisco, tinggal di rumah seorang billionaire muda bernama Wilzton Davis tanpa dibekali sepeser pun uang. Tidak hanya hari-hari harus dilewatinya yang berubah drastis. Namun juga, hati dan hasratnya. Wilzton terlalu tampan dengan paras menawan dan tubuh tinggi atletis. Ditambah sentuhan-sentuhan pria itu yang selalu membakar gairahnya. Sarla tak bisa menahan godaan. Perlahan namun pasti, ia mulai terperangkap. Bergantung pada Wilzton hingga memberikan cinta dan tubuhnya untuk pria itu seutuhnya.
Romansa
1013.8K viewsOngoing
Read
Add to library
Tawanan Mafia Mesum

Tawanan Mafia Mesum

“Kau ingin menyelamatkannya dariku?” suara Xavier begitu dingin, namun berdesing di telinga Hazel seperti pisau yang diasah. “Kalau begitu, serahkan dirimu padaku.” Hazel terperangah, “Brengsek! Kau pikir ini semacam transaksi kotor? Aku bukan barang yang bisa kau tawar!” Xavier perlahan mendekat, menghapus jarak di antara mereka. Dengan kasar dan mendominasi, ia mencium Hazel dengan penuh gairah. Sebuah penanda, seolah berkata, 'kau milikku sekarang.' Hazel terhentak, tubuhnya gemetar karena kaget dan marah. Tapi Xavier hanya menyeringai puas, seperti predator yang tahu mangsanya mulai terperangkap. “Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini…” bisiknya di telinga Hazel, suaranya rendah dan menggetarkan saat Xavier melanjutkan. “...kucing liarku.” __ Awalnya, Hazel hanya ingin membantu saudaranya dari pria bernama Xavier. Sebuah niat sederhana, tapi langkah kecil itu justru membawanya ke gerbang mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan. Dunia gelap yang dipenuhi darah, pengkhianatan, dan bayangan seorang pria yang tak seharusnya masuk dalam hidupnya. Di saat pikirannya diliputi kebencian dan tubuhnya dipenuhi adrenalin, Hazel justru disambut kenyataan pahit, tunangannya sendiri berselingkuh. Hancur dan marah, ia pergi ke bar, membiarkan alkohol menelan logikanya. Ia hanya ingin melupakan. Namun malam itu, sebuah kesalahan fatal terjadi. Dalam kabut mabuk dan luka hati yang menganga, Hazel terjatuh dalam pelukan pria yang paling ia benci… dan bangun di ranjang Xavier Lautaro Davis. Dan sejak malam itu, hidup Hazel tak lagi menjadi miliknya. Setiap langkah untuk menjauh hanya membuatnya semakin tenggelam. Dalam permainan kekuasaan yang kejam, dan hasrat yang tak bisa dijelaskan, Hazel menyadari satu hal, semakin ia membenci Xavier, semakin kuat belenggu yang pria itu lilitkan di sekelilingnya. Kini, pertanyaannya bukan lagi bagaimana cara keluar, tapi berapa harga yang harus dibayar untuk bebas dari obsesi seorang Xavier Lautaro Davis?
Romansa
10101.8K viewsCompleted
Read
Add to library
REMARRIED EX-HUSBAND

REMARRIED EX-HUSBAND

Di_evil
"Mommy dan Daddy mau ke mana?" "Daddy dan Mommy akan bicara soal adik bayi dulu, Nak. BJ tunggu di sini. Oke?" "Oke, Daddyyy!" Xevia kian menarik cepat tangan Argon. "Apa maksudnya soal Jevon ingin punya adik? Kau tidak memengaruhi anak kita bukan?" Xevia langsung saja mencerca dengan pertanyaan, ketika mereka baru tiba di dalam kamar. "Tidak mungkin Jevon bisa punya ide un--" Xevia tak bisa melanjutkan ucapan karena Argon mendorongnya ke dinding. Lalu, mantan suaminya itu mengungkung dengan tubuh kokoh nan atletis. Xevia tidak bisa leluasa bergerak. "Aku sudah cukup bersabar selama ini, Xe. Aku tidak bisa menolerir lagi ketidakadilan yang aku terima." "Ketidakadilan apa yang kau maksud?” tanya Xevia kesal. "Ketidakadilan soal anak." Argon tetap mempertahankan seringai di wajah. "Setelah kita bercerai, kau bisa setiap hari dengan Jevon. Sedangkan aku? Hanya sendiri tanpa anak yang hidup bersamaku." "Aku ingin kau memberikanku seorang bayi lagi, Xe. Aku kira kita akan impas." Xevia membeliakkan mata lebar-lebar. "Apa yang kau mau? Bayi? Dariku? Bagaimana bisa?" "Kenapa tidak? Kau pernah mengandung anakku bukan? Tidak mustahil memberikanku satu bayi lagi." "Aku cuma ingin punya anak darimu, Xe. Aku tidak mau wanita lain. Apa kau bersedia satu kali lagi memberikanku seorang bayi?" imbuh Argon mantap. …………………… Walau sudah bercerai dengan Argon Davis, nyatanya perasaan Xevia untuk sang mantan suami masih ada. Begitu juga Argon yang hanya ingin mencintai Xevia sepanjang hidupnya. Perpisahan mereka bukan akhir bagi Argon, sebab sekembalinya Xevia ke California dengan anak mereka. Maka, kesempatan untuk bisa bersama Xevia terbuka lebar. Argon sudah menyiapkan beberapa trik kotor agar sang mantan istri mau menikah lagi dengannya. Argon yakin Xevia masih menyukainya. Sebab, wanita itu tak pernah menolak sentuhannya. Dan, ternyata mereka tetap cocok menjadi partner di ranjang. Setiap sentuhan terasa membakar untuk satu sama lain. Tak hanya kepuasaan tercipta, melainkan juga misi untuk menghasilkan seorang bayi. …………..
Romansa
106.0K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
434445464748
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status