Malam Pertama dengan Janda Anak 2
“Aku sudah mencoba segalanya. Aku sudah bicara dengan mamaku, mencoba meyakinkannya. Aku sudah bicara dengan Aini, mencoba membuatnya mengerti. Tapi mereka berdua sama-sama tidak mau bergeser sedikit pun. Ditambah aku yang baru kembali dari Amsterdam, bukannya memberi kabar, malah sudah bekerja di restoran Aini. Mama kecewa sama gue."
Hakim mengangguk pelan, berpura-pura merenung. Namun, dalam hatinya ia merasa ini adalah situasi yang klasik. Cinta segitiga—meskipun yang satu pihak bukan orang ketiga, melainkan ibu sendiri.
“Lo tahu, Dhuha, masalah lo ini sebenarnya sederhana,” ujar Hakim akhirnya, memecahkan keheningan. “Lo hanya perlu memilih.”