Runtuh di Tangan Karma
Dia tersenyum, suaranya manis namun kejam.
"Ini rumahku. Yang seharusnya pergi itu kamu, orang luar."
Guncangan hebat itu terasa seperti palu besar yang menghantam dadaku.
Ternyata bukan hanya perasaan, bahkan hadiah yang kupersiapkan dengan penuh cinta untuk anakku di masa depan pun sudah lama dia serahkan pada orang lain!
Tubuhku yang masih lemah akibat program bayi tabung beberapa hari terakhir, ditambah rentetan pukulan batin, membuat pandanganku menggelap. Tubuhku limbung, nyaris tak mampu berdiri.
Hot Chapters