Ibu Susu Bukan Pengganti
Urat di lehernya menonjol ketika mencengkeram pergelangan tangan sang mama.
Dia berkata dengan geraman rendah yang menakutkan, "Jangan, pernah, berani, menyentuhnya!"
Denada ketakutan, bukan karena tidak berani tapi memikirkan, kenapa dirinya harus menghadapi drama seperti di sinetron? Dirinya berdiri kaku, tidak kuasa menenangkan emosi sang suami.
"Emas, lepaskan!" pekik beliau, terkejut dan marah.