PENGAKUAN ANAKKU
Bik Narti menaruh segelas teh hangat di atas nakas, aku mengangguk lalu duduk menghempaskan bobot di atas sofa.
"Bagus tidak, Mah?" Dila menyodorkan buku gambar kearahku.
"Wah, bagus." aku tersenyum melihat hasil coretannya. Dila menggambar tiga manusia lidi, satu berukuran kecil berkuncir dua. Dua lagi berukuran besar, memakai dress dan kemeja.
"Ini, Dila." anak manis itu menunjuk manusia lidi berukuran kecil. "Ini Mamah, dan yang ini ..." Dila menggantung kalimat, seolah membiarkan aku yang menebak manusia lidi berkemeja.
Hot Chapters