REINKARNASI
“Iya, Ma. Kalau nggak dandan rasanya kok ada yang kurang gitu. Hehehee.”
“Woalah, pasti nanti anakmu cantik.” Ayah Gendis ikut menanggapi.
“Amin.” Kompak Gendis dan Buana menjawabnya.
Dan di tengah perbincangan hangat tersebut, Buana melihat satu lukisan yang menurutnya aneh terpajang di dinding. Biasanya lukisan akan berisi gambar orang, hewan, pemandangan, ataupun tubuhan. Namun yang dilihatnya kali ini malahan hanya gambar abstrak, seperti akar-akar pohon dengan huruf-huruf yang bentuk hya rumit dan sulit untuk dibaca.