Aku Ingin Kau Jadi Milikku
Ia menundukkan kepala sedikit, seperti sedang memberi penghormatan kecil.
“Itu luar biasa,” ujar Ace, suaranya rendah namun tegas. “Perasaan pulang. Hangat. Aman. Sebuah tempat beristirahat dari kerasnya dunia. Jika itu pesan inti yang ingin kalian sampaikan, maka seluruh konsep visual dan narasi harus bergerak ke arah sana.”
Felisha menatapnya, tercengang. Ia benar-benar tak menyangka jawabannya yang kikuk justru diterima dengan begitu serius.