My Destiny
sekitaran satu langkah dari posisi Aletta bersandar di tembok koridor sekolahan itu.
Satria tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya sekarang. Yang dia tahu dia hanya ingin berlama-lama menatap mata Aletta. Mata jernih bak danau tenang yang meneduhkan, yang sayangnya baru Satria sadari sekarang. Jantungnya saja sudah berdetak diluar abnormal.
“Sat, minggir!”
Bahkan, ucapan Aletta tak dia hiraukan. Hari ini, Satria benar-benar telah terhipnotis oleh mata indah itu. Satria jatuh, hanyut, bahkan tenggelam dalam keindahannya.
Hot Chapters