BLIND HEART [INDONESIA]
"Silvana ... haruskah aku mengingkari janji padanya?
Bisikan sendu itu, entah kenapa membuatku terpaku dengan hati seperti tersayat sembilu. Perih, jiwaku seolah ikut merintih bersama helaan napas panjang penuh beban yang Tuan Max keluarkan.
Aku tak tahu maksud kata-katanya, dan tak ingin mencari tahu. Apalagi saat menyadari hembusan napas pria itu yang mulai teratur menandakan bahwa ia sudah tertidur.
Ketakutan tiba-tiba saja kembali merayap di hatiku, aku cemas bukan main oleh rasa yang bergejolak di dalam dada. Sekeras apapun aku menepisnya, sekuat apapun aku berusaha membuangnya, tetap saja perasaan itu yang bertahta. Menggerogoti kewarasan yang semakin hilang karena dahsyatnya rasa yang