Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
After My Sister's Murder, I Went Mad

After My Sister's Murder, I Went Mad

I suffer from extreme mental illness. My sister, Ava Monroe, became a facial model to earn money for my expensive medical treatment. She was 5’3” tall but was noticed because of her beauty by a wealthy young man by the name of Dominic Pierce with a leg obsession. He imprisoned her. “This is the most beautiful face I’ve ever seen. If only your legs were a bit longer, I’d die with a smile.” Ava was forced to have leg-lengthening surgery. After the operation, her legs began to rot. Dominic found her disgusting and locked her in the basement. He tortured her until she died. I got kicked out of the mental health institute because I could not pay the medical fees. I found Dominic surrounded by beautiful women with long legs. “Those are the prettiest legs I’ve ever seen. If only your face were a little cuter, I’d die with a smile!” I pointed to the painting of Ava and scoffed, “What if I become her?”
Baca
Tambahkan
Terapis Pembawa Petaka

Terapis Pembawa Petaka

Ketika suamiku datang ke tempat pemulihan pasca persalinan untuk menemaniku, terapis pasca persalinan yang selalu tidak banyak bicara tiba-tiba menjadi antusias dan bersemangat. Awalnya, dia memuji suamiku yang tinggi dan tampan. Dia masih muda, tetapi sudah menjadi manajer umum perusahaan. Kemudian, dia berasumsi bahwa aku bisa menikah dengan orang kaya dengan mengandalkan operasi plastik yang aku lakukan. Ketika dia melakukan pijat laktasi kepadaku, dia juga menasihatiku bahwa aku tidak bisa memberikan asi kepada anakku karena aku menggunakan implan di payudara, karena itu tidak baik untuk bayi. Aku terlalu malas untuk meladeninya, jadi berdiskusi dengan suamiku tentang nama anak kami nanti. Suamiku mengatakan bahwa ini adalah anak pertama kami, jadi dia harus memikirkannya dengan baik. Namun, terapis pasca persalinan berseru, "Ah, Kak, bukankah sebelum ini kamu sudah pernah melahirkan?"
Baca
Tambahkan
Mon mari m’a noyée pour sa sœur adoptive

Mon mari m’a noyée pour sa sœur adoptive

La sœur adoptive de Nolan Leclair a simplement bu la tasse dans la piscine. Il m’a alors ligotée et jetée dans la piscine, ne me laissant qu’une bouche d’aération de deux centimètres. Il a dit : « Pour la peine de Clara, tu dois en souffrir plus ! » Je ne savais pas nager. Je n’avais d’autre choix que de m’efforcer de respirer, les larmes aux yeux, suppliant qu’il me vienne en aide. Mais il ne m’a fait que des reproches d’une voix froide : « Sans punition, tu ne seras jamais sage. » Je ne pouvais que me débattre désespérément… Cinq jours plus tard, il a finalement fléchi. Il a décidé de mettre fin à cette punition. « Je te pardonne pour cette fois. Si cela se reproduit, tu vas voir de quel bois je me chauffe. » Pourtant, il a ignoré que mon corps décédé a déjà gonflé.
Baca
Tambahkan
Hier comme la brume, le passé comme le vent

Hier comme la brume, le passé comme le vent

J'ai patienté trois heures à la fête d'anniversaire de mon petit ami, Roméo Bossuet. Celui qui devait être le héros du jour dans son costume élégant a été appelé à l'hôpital par son premier amour, Gisèle Favre. Prétextant une entorse à la cheville pour susciter la sympathie, cette femme a même filmé une vidéo d'un baiser avec Roméo. Pris par l'émotion, Roméo, soi-disant invalide des jambes, s'est levé pour la plaquer contre la porte. « Roméo, pourquoi tu dis pas à Nina que tes jambes sont guéries ? » La voix de Roméo était pâteuse : « Si elle l'apprenait, elle insisterait pour que je l'épouse. Mais qu'est-elle pour moi ? Juste une bonne gratuite ! Elle est pas digne de devenir ma femme. » Ils s'embrassaient passionnément. Gisèle, vêtue d'une robe de mariée que j'avais conçue de mes propres mains, regardait la caméra avec provocation. La vidéo s'est arrêtée sur le son de leurs baisers fougueux. À ce moment-là, j'ai compris que Roméo m'avait toujours menti… J'ai jeté le gâteau que j'avais préparé pour lui à la poubelle, puis ai pris mon téléphone pour envoyer un message à ma mère : « Maman, j'irai au rendez-vous arrangé, je te promets. »
Baca
Tambahkan
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
Baca
Tambahkan
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
Baca
Tambahkan
Déjame y cría a su bebé

Déjame y cría a su bebé

Mi esposo, Cesare Ferrante, el Don más temido de la familia, siempre había detestado a los niños. Pero todo dio un giro cuando mi hermanastra, Bianca Moretti, se instaló en la casa de al lado con su bebé de seis meses. De pronto, mi esposo se obsesionó con ese niño. Él mismo le preparaba los biberones, le cantaba canciones de cuna y lo llevaba a todas partes. Cada día regresaba a casa agotado al amanecer, pero su cara brillaba de alegría, como si ese bebé ocupara toda su alma. Me volví invisible para él. Hace tres días, un auto me cerró el paso y me sacó de la carretera hasta que terminé estampada contra la mediana. Sentía la sangre caliente escurriéndome por la frente mientras la vista se me nublaba. Desesperada, llamé a Cesare cincuenta y cinco veces. No se dignó a contestar ni una sola vez. En su lugar, prefirió presumir una foto del bebé en sus redes: "¡Mi angelito sonrió hoy!" No aguanté más. Esta noche, en el banquete familiar, con todos los miembros de la familia sentados a la mesa, levanté mi último brindis y posé la copa. —Quiero el divorcio. El silencio fue instantáneo. Todos se quedaron de piedra. —¿Te volviste loca? —gritaron mis padres al mismo tiempo. Cesare me apretó la muñeca, sin poder creerlo. —Giulia, ¿hablas en serio? ¿Me pides el divorcio solo porque estaba pendiente del bebé y no te contesté? ¿Vas a armar este lío por celos de un niño de seis meses? No le sostuve la mirada. En su lugar, me quedé fija viendo la marca de un beso, clara y reciente, detrás de su oreja. —Como amas tanto a ese niño —dije con calma—, te lo voy a poner fácil. Ve a ser su padre.
Baca
Tambahkan
Love Like the Stars

Love Like the Stars

On the night of my 30th birthday, I waited until the early hours of the morning, but my husband, Theodore Hawk never showed up. Instead, I came across an Instagram post from his childhood sweetheart, Emily Gallagher. [What romantic is not the starry night, it is having you by my side.] In the picture, she was wearing a delicate, sky-blue camisole that revealed just enough to charm and seduce. A man stood close behind her, his hand firmly gripping her waist. The scene was set in the seaside villa that Theodore had gifted her, their figures intimately entwined under the soft glow of the night. Someone had commented beneath the post: [I can’t stand you two being this lovey-dovey all the time! Just get married already!] Emily had responded with a shy-face emoji. I had just liked the post when Theodore, who I had failed to reach all night, blew up my phone with calls. "Are you out of your mind, Camilla? Emi and I grew up together! If we wanted to be together, we would’ve done so long ago! Why are you being so petty?" Looking at how Theodore gently held her in his arms, comforting her, I realized something. Letting go of someone you’ve loved for seven years... can take only a moment.
Baca
Tambahkan
Nista Pembawa Nikmat

Nista Pembawa Nikmat

Mas_Hudi_6902
Sebuah keluarga yang mapan dengan representasi melimpahnya rezeki, ditambah dengan hadirnya buah hati, adalah gambaran sebuah keluarga idaman, keinginan untuk menjadikan anak sebagai sosok yang sukses dan berguna seolah bisa dengan mudah untuk diwujudkan, mungkin itulah secuil ungkapan yang pantas ditujukan untuk keluarga Haji Suhadi. Adalah Ari Anggara putra satu-satunya yang jadi harapan Haji Suhadi dan keluarga untuk bisa menjadi sosok yang berguna dengan kematangan ilmu dan kesiapan diri untuk meneruskan perusahaan yang akan diwariskannya. Namun, rupanya si Ari lebih memilih jalan hidup yang bertentangan dengan kemauan sang Ayah, hingga akhirnya dia terjerumus ke dunia yang keras dan penuh dengan kubangan dosa manakala bertemu dengan si Yola, janda cantik nan seksi lewat perantara sahabat karibnya yaitu si Deny. Ikutilah kisah perjalanan tiga anak manusia yang berawal dari dunia kelam hingga keluar dari padanya, dan juga kekisruhan cinta yang terjadi diantara ketiganya hanya di "Nista Pembawa Nikmat."
Romansa
104.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Aku Mencintaimu Tanpa Syarat Apapun

Aku Mencintaimu Tanpa Syarat Apapun

Daniel Collins dan Ariana Smith terpaksa bertingkah seperti sepasang kekasih untuk mendongkrak popularitas masing masing. Ariana dan keinginannya untuk keluar dari sebutan 'Baby Nepotisme'. Sementara Daniel dan obsesinya untuk menjadi yang paling sempurna di dunia selebritis.
Romansa
10754 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2526272829
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status