로그인Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
더 보기Tak lama kemudian, karma Melisa pun datang.Begitu suami Melisa tahu bahwa istrinya tak hanya gagal menghancurkan Keluarga Liam, tapi juga dengan bodohnya membongkar identitas penyamarannya, pria yang memang sifatnya kejam itu tanpa ragu mengeluarkan perintah pengejaran.Di dunia mafia, bidak yang sudah tak berguna dan tahu terlalu banyak rahasia hanya punya satu jalan, yaitu mati. Kedua tangan Melisa dipatahkan oleh suaminya sendiri, lidahnya dipotong, lalu dia dibuang begitu saja ke kawasan prostitusi paling kacau di dunia mafia.Bayi yang berusia enam bulan itu juga dikirim ke panti asuhan.Seumur hidupnya, Melisa hanya akan berkubang dalam lumpur kehinaan dan ketakutan, tanpa pernah bisa bangkit lagi.Sementara itu, kedua orang tuaku yang dulu merasa sangat berkuasa, bahkan sempat berhalusinasi ingin mengontrol hidupku, akhirnya menemui akhir mereka juga.Melihat posisiku yang semakin bersinar dan memegang kendali atas urusan inti keluarga, bukannya bertobat, mereka malah berusaha
Akhirnya, Rian menyadari bahwa dirinya telah benar-benar kehilangan seluruh harapannya.Dia menyeret kaki kanannya yang cacat, mencoba bertahan hidup di jalanan dengan keadaan yang menyedihkan.Aku sama sekali tak merasa kasihan pada nasibnya. Semua ini murni akibat perbuatannya sendiri.Setelah kehilangan perlindungan keluarga, dia harus bersembunyi dari kejaran musuh-musuhnya setiap hari hingga mentalnya berada di ambang kehancuran.Di saat yang sama, aku mulai melebarkan sayap bisnis keluarga di Wilayah Barat.Aku mengintegrasikan jaringan transaksi gelap dan mendapatkan dukungan dana yang sangat besar dari keluarga besar.Aku pun resmi menjadi penasihat baru di keluarga.Mendengar kabar kenaikanku, Rian datang mencariku dengan tubuhnya yang cacat.Wajahnya tampak pucat dan tubuhnya membungkuk lesu.Dia mencoba mencari simpati dariku, meratap dengan suara keras, “Yossi, ini salahku. Izinkan aku pulang.”“Dulu aku buta karena dimanfaatkan oleh Melisa. Itu semua salahku. Aku nggak bis
Melisa mengirim pesan, dia mengajakku bertemu.Aku membalasnya, syaratnya dia harus pergi ke rumah sakit dan mengakui semuanya pada Rian.Dia harus membeberkan sendiri identitas aslinya sebagai mata-mata keluarga musuh, serta tujuan sebenarnya mendekati Rian.Aku datang dan berdiri di luar kamar rawat Rian, ingin melihat bagaimana reaksi bos mafia yang dulu sangat angkuh itu saat mengetahui kebenarannya.Sesuai kesepakatan, Melisa melangkah masuk ke dalam kamar.Begitu melihatnya, mata Rian yang tadinya sayu langsung memancarkan binar kegembiraan.Sambil menyeret kakinya yang digips, dia berusaha keras menjangkau dari ranjang untuk menggenggam tangan Melisa.“Melisa, aku tahu kamu nggak akan meninggalkanku!”“Tenang saja, begitu sembuh dan keluar dari rumah sakit, aku akan cari cara untuk merebut kembali posisi bos mafia! Saat itu tiba, kita bertiga bisa….”Bahkan biaya rumah sakit saja dia masih kesulitan untuk membayar, bisa-bisanya masih bermimpi bisa kembali ke puncak kekuasaan.Me
Ternyata suara di balik telepon adalah suara dokter.Dokter memberitahu bahwa Rian mengalami serangan hebat.Pihak rumah sakit tak bisa menghubungi keluarga terdekatnya, jadi mereka terpaksa menghubungi nomor kontrak daruratnya.Aku menyetir ke rumah sakit. Dari balik kaca ruang ICU, aku melihat Rian yang berlumuran darah. Ternyata setelah kami cerai, dia langsung menjadi sasaran balas dendam yang kejam.Dengan cap sebagai pengkhianat keluarga, dia tak hanya kehilangan perlindungan keluarga besar, tapi dia juga menjadi target buruan di seluruh dunia mafia.Dia terbaring kaku di ranjang rumah sakit. Menatap mantan bos mafia yang dulu tak terkalahkan, kini dalam kondisi sekarat, batinku tak merasakan gejolak emosi apapun. Aku pun berbalik pergi.Setibanya di apartemen pribadiku, saat baru saja duduk di meja makan, ponselku berdering lagi.Kali ini panggilan dari ibu Rian.Dia sudah bertahun-tahun dirawat di rumah sakit karena tubuh yang lemah dan tidak tahu apa-apa tentang kekacauan ya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.