Di Hari Pernikahan, Asisten Tunanganku Menggantikanku
Di layar besar aula pernikahan, foto prewed-ku menghilang. Yang muncul justru hasil pemeriksaan kehamilan milik asisten tunanganku.
Pada bagian nama ayah, tertulis jelas nama pria yang seharusnya menjadi suamiku.
Asisten itu tampak panik dan terisak sambil meminta maaf kepadaku.
Sementara pria itu menjelaskan dengan wajah tenang, seolah tak terjadi apa-apa, “Dia hamil di luar nikah, hidupnya sangat menyedihkan. Jadi aku menemaninya saat periksa kehamilan dan menulis namaku. Ke depannya, aku akan tetap menjadi ayah asuh anak itu.”
Tapi sebenarnya di hari yang sama, aku juga melakukan pemeriksaan kehamilan pertamaku.
Para tamu mengira aku akan cemburu dan mengamuk. Namun aku hanya melepas kerudung pengantinku, lalu membuat janji pada dokter untuk menggugurkan kandunganku.
“Wanita hamil tanpa suami memang menyedihkan,” ucapku datar. “Pernikahan ini memang seharusnya diberikan untuknya.”
Aku lalu mengangkat gelas, tersenyum tipis, dan memberi selamat kepada mereka.
“Selamat menempuh hidup baru. Menikah karena sudah terlanjur hamil.”