Short
Di Hari Pernikahan, Asisten Tunanganku Menggantikanku

Di Hari Pernikahan, Asisten Tunanganku Menggantikanku

By:  WaniCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
61views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di layar besar aula pernikahan, foto prewed-ku menghilang. Yang muncul justru hasil pemeriksaan kehamilan milik asisten tunanganku. Pada bagian nama ayah, tertulis jelas nama pria yang seharusnya menjadi suamiku. Asisten itu tampak panik dan terisak sambil meminta maaf kepadaku. Sementara pria itu menjelaskan dengan wajah tenang, seolah tak terjadi apa-apa, “Dia hamil di luar nikah, hidupnya sangat menyedihkan. Jadi aku menemaninya saat periksa kehamilan dan menulis namaku. Ke depannya, aku akan tetap menjadi ayah asuh anak itu.” Tapi sebenarnya di hari yang sama, aku juga melakukan pemeriksaan kehamilan pertamaku. Para tamu mengira aku akan cemburu dan mengamuk. Namun aku hanya melepas kerudung pengantinku, lalu membuat janji pada dokter untuk menggugurkan kandunganku. “Wanita hamil tanpa suami memang menyedihkan,” ucapku datar. “Pernikahan ini memang seharusnya diberikan untuknya.” Aku lalu mengangkat gelas, tersenyum tipis, dan memberi selamat kepada mereka. “Selamat menempuh hidup baru. Menikah karena sudah terlanjur hamil.”

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku berdiri di atas panggung, mengenakan gaun pengantin, lalu membungkuk ke arah para tamu.

“Terima kasih untuk para kerabat dan sahabat yang sudah datang ke pernikahanku,” ucapku pelan. “Sayangnya, pesta hari ini ada sedikit insiden. Pengantin wanita, Mora Fernandi, untuk sementara digantikan oleh Lena Yanuar.”

“Sekali lagi aku mohon maaf. Silakan dinikmati makanan dan minumannya.”

Seketika ruangan itu langsung sunyi.

Wajah Hugo Apriadi menggelap. Ia merebut gelas dari tanganku.

“Mora, omong kosong apa yang kamu bicarakan? Hari ini adalah pernikahan kita! Tadi itu cuma kesalahan!”

Aku menatap matanya, menahan rasa sakit yang bergemuruh di dadaku, lalu membuka suara dengan tercekat.

“Hugo, asistenmu sudah bekerja bersamamu selama tujuh tahun. Selama ini dia selalu teliti dan rapi. Tapi di acara sepenting ini, dia justru mengubah foto prewed kita menjadi laporan pemeriksaan kehamilannya. Menurutmu, ini benar-benar cuma kesalahan?”

Ia terdiam, hal yang jarang terjadi.

Aku tahu dia tidak bodoh. Dia pasti bisa melihat bahwa Lena sengaja memprovokasiku.

Namun di hari pernikahan kami, dia memilih melindungi wanita itu, bukan aku yang akan menjadi istrinya.

Meskipun hatiku sangat sakit, aku tidak akan merendahkan diri dan tetap melanjutkan pernikahan ini.

“Hugo, ayo kita putus.”

Hugo tertegun, menatapku dengan tatapan tak percaya.

“Mora, aku cuma temani Lena periksa kandungannya sekali. Kamu mau putus denganku hanya karena hal sepele seperti ini? Sejak kapan kamu jadi berpikiran sempit dan nggak dewasa?”

Nada suaranya semakin tinggi, alisnya berkerut. “Kita sudah bersama selama tujuh tahun dan melewati banyak kesulitan. Kamu bahkan mengandung anak kita. Mana bisa kamu minta putus?”

Akhirnya Lena angkat bicara dan menarik tangan Hugo.

“Pak Hugo, tolong jangan marah. Ini semua salahku. Aku yang buat Nona Mora tidak senang. Dia pasti nggak sengaja memilih momen ini untuk putus dan membuat Anda malu.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada seolah penuh pertimbangan, “Hanya saja, hari ini banyak rekan bisnis perusahaan yang hadir. Walaupun Nona Mora tidak menghargai semua yang sudah Anda lakukan, seharusnya dia tidak minta putus di saat seperti ini.”

Mendengar itu, wajah Hugo semakin suram. Ia menatapku lama.

Melihatku tidak menarik kembali perkataanku, ia pun berkata dengan suara berat, “Aku tahu suasana hatimu sedang buruk. Tapi hari ini ada banyak rekan bisnisku. Aku akan cari alasan untuk menjelaskan ke mereka. Lena juga akan bantu bereskan masalah ini.”

“Kamu pulang saja dulu. Tenangkan dirimu dan beristirahat. Berhenti bersikap kekanak-kanakan.”

Ia mengulurkan tangan dan merapikan rambutku. “Mora, putus itu hal yang mustahil. Kamu akan selalu menjadi milikku.”

Lena mengaitkan lengannya ke Hugo, menatapku sambil tersenyum sinis penuh ejekan.

Seolah tak terjadi apa-apa, mereka mulai berkeliling dan bersulang dengan para tamu.

Aku mengangkat tangan dan mengusap perutku perlahan. Menatap pernikahan ini, semua persiapan yang kubuat dan urus sendiri, bahkan pengantin prianya pun pilihanku sendiri, aku tersenyum mengejek diri sendiri, lalu melangkah ke belakang panggung.

Sahabatku, Lili, mengenakan gaun pengiring pengantin. Begitu melihatku, ia tertegun dan buru-buru mematikan panggilan telepon.

“Apa sudah waktunya mengantar cincin?” tanyanya refleks.

Dia sedang merintis perusahaan, sangat sibuk dengan pekerjaannya. Karena itu, aku memintanya menungguku di belakang panggung dan bantu mengantar cincin saat waktunya tiba saja.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status