Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencari Jejak Maria

Mencari Jejak Maria

"Kalau cadar itu hukumnya gimana, Mas?" "Pakai cadar itu boleh dan baik. Yang tidak boleh itu memaksa orang lain untuk bercadar dan menganggap yang tak bercadar itu berdosa. Hukum bercadar untuk muslimah itu khilafiyah. Para ulama beda pendapat, Maria." Rangga pernah menjelaskan dulu. Dan sekarang setelah berpisah dan pergi darinya, Maria memakai cadar. Walaupun mungkin tujuannya untuk menghapus jejaknya. Rangga menarik napas panjang. Ternyata ucapan Budi benar. Lelaki tahu artinya menghargai setelah kehilangan.
9.885.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Tunduklah, Tuan Iblis! Istri Bisumu Adalah Tabib Dewa

Tunduklah, Tuan Iblis! Istri Bisumu Adalah Tabib Dewa

Ia menunduk, menatap Nyi Kenanga dengan pandangan yang bisa membekukan darah. "Di mana kau sembunyikan wanita bercadar merah itu, Kenanga?" desis Mahesa, suaranya sangat rendah, namun daya hancurnya mengguncang gendang telinga. Nyi Kenanga mengangkat wajahnya sedikit, memasang raut kebingungan yang total. "Wanita bercadar merah? Ampun, Gusti, hamba sungguh tidak mengerti. Semua gadis di Wisma Teratai Emas berpakaian terbuka untuk menghibur tamu. Tidak ada satu pun yang mengenakan cadar di sini."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Pulang ke dunia kami yang berharga. Riuh memenuhi cakrawala, melintasi sebuah plang raksasa yang di atasnya bertuliskan Sekolah Cakradarma yang tercetak berbentuk busur dengan bahan dasar marmer. Tampak para roh putih siswa-siswi memasuki gerbang sekolah. Setelah terlelap tidur di kamar tamu pendopo, akhirnya aku bisa memulai hari pertamaku sebagai siswi sihir. Nyai Kasih memberiku seragam Sekolah Cakradarma. Kalian tahu model seragam pasukan pengibar bendera? Ya hampir mirip seperti itulah bentuknya. Hanya saja mereka memberikan sentuhan warna hitam pada kerahnya lengkap dengan logo berbentuk lengkung langit, yang meninterpretasikan Bangsa Cakrawala. Kulihat para siswa dan siswi lainnya mel
7.53.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Balasan Telak Untuk Suamiku Dan Istri Keduanya

Balasan Telak Untuk Suamiku Dan Istri Keduanya

sapa Fatimah lalu duduk di seberang Wirda "Kamu cantik ya kalau nggak pakai cadar, Tante baru lihat loh wajah kamu lagi, kemarin pas nikahan kan nggak bisa lihat," goda Wirda, karena memang dia sudah lama tidak bertemu dengan Fatimah, apalagi perempuan itu selalu mengenakan cadar seperti ibunya. "Ah masa sih, Tante bisa aja." Lalu Uwais pun keluar karena dia dipaksa oleh Fatma agar menyapa Wirda walaupun sebentar.
10122.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Pengabdian Terakhir Seorang Istri

Pengabdian Terakhir Seorang Istri

Wanita bercadar itu mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perbincangan kala Carlos berdiri tepat di belakang Irena, tangan lelaki tampan itu menepuk bahu Irena dua kali. “Are you oke?” tanya Carlos pelan. Irena dan wanita bercadar itu menatap ke arah Carlos, senyum wanita cantik itu melebar dan berkata pelan, “Ya, aku baik-baik saja.” “Oh, kalau begitu saya permisi ya Mbak. Saya senang bisa bertemu Mbak, alhamdulillah Mbak sudah sehat. Kalau berkenan berkunjunglah ke panti. Anak-Anak selalu mengingat Mbak.” Wanita bercadar yang tak lain Indah itu lalu mengusap punggung tangan Irena, “Serta ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Mbak.”
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Mantra Pemikat Sang Perawan Tua

Mantra Pemikat Sang Perawan Tua

Centeng Juragan Karta ternyata masih ada di sekitar sini. Ikhsan melihat dua orang berwajah seram mendekati mereka dengan dada terbusung. Semuanya berpakaian hitam-hitam lengkap dengan pengikat kepala. Masing-masing dari mereka terselip golok di pinggang. "Aduh... Kang Ikhsan, bagaimana ini," ucap Nengsih pelan ada rasa khawatir dalam ucapannya. "Tenang, Teh, Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa," ucap Ikhsan, mencoba menenangkan, sementara Kemala sudah memeluk pinggang ibunya.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai gambar ikhwan dan akhwat bercadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status