Hati Yang Terpilih
tapi, Nazwa juga harus jujur pada dirinya sendiri saat ini.
“Kafka, tolong. Aku butuh waktu untuk diriku sendiri saat ini. Setelah semuanya, aku betul-betul butuh berbicara dengan hati dan pikiranku. Kamu tahu kan, kita sudah pernah mengalami hal yang sangat menyakitkan dalam kehidupan kita masing-masing. Dan aku tidak ingin lagi merasakan kesakitan. Aku butuh alasan untuk meyakinkan diriku sendiri, bahwa aku tak akan melalui lagi peristiwa yang menyakitkan itu. Jadi, tolong untuk sementara ini kita jalan sendiri-sendiri dulu. Jangan hubungi aku,baik lewat apapun. Aku ingin betul-betul dalam pikiran jernih saat mengambil keputusan.”