กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
My Amnesia Is Fake, but Their Lies Are Real

My Amnesia Is Fake, but Their Lies Are Real

I got into a car accident on my way to celebrate my daughter, Anna Chapman's birthday. When I wake up, I stare at my family, who has my bed surrounded. Then, I decide to crack a joke. "Sorry, but who are you people?" I do my best to suppress my smile as I look forward to how my family will comfort me now that I'm "amnesiac". Will my dad and my wife hold my hands out of heartbreak? Or will Anna rush over to hug me while crying for me? What I don't expect is that my family actually heaves sighs of relief after their initial shock. My dad is the first one to speak up, his tone tinged with relief. "It's a good thing that you've forgotten about your past. The truth is, you're the adopted son of the Gray family. Calvin is the actual heir of the Grays." My wife, Yvonne Stewart, points at me while telling Anna, "You should address him as Uncle Damian." Before I can recover from my shock, I see Anna, who I've risked my life to protect, run into Calvin Gray, the fake heir's arms. "Daddy, I was out having fun the whole day! Oh, I've missed you so much!" It turns out that my family wants nothing more than for me to lose my memories. In that case, I might as well abandon everything that's fake in my life.
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
The Only Victim

The Only Victim

When my body is engulfed in flames, my firefighter father is watching a new movie with my sister. My mother is baking them a cake. I hear laughter in the living room, and I can smell the caramel popcorn in the kitchen. Today is my family's weekly family day—it's a day for my sister and parents to be with each other. The doorbell rings, and the perpetrator gives me a chance to ask for help. My limbs are bound, and stones fill my mouth. I stand at the door and desperately wait for my parents to open it. They don't get up. Instead, they sit on either side of my sister and hug her. "We promised you we'll only be with you on our family days. No one can disturb us." "What if it's Danica?" Ravenna Sutton, my sister, asks. "Her? She hasn't answered her phone in days—who knows where she's off being wild? I'll think of her as dead if she still doesn't return tomorrow!" Ravenna giggles. Mom feeds her some popcorn, and Dad discusses the movie's plot with her. The perpetrator drags me back upstairs and laughs mockingly in my ear. "Looks like I did something unnecessary. They genuinely don't care about you." Smoke permeates every corner upstairs, and the flames start to lick at my body. Mom and Dad protect Ravenna as they run downstairs. They have no idea their birth daughter is screaming in pain amid the blazing fire.
ตอนยอดนิยม
เพิ่มเติม
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
Brave Heart

Brave Heart

Seruni Arkadewi merasa dunianya runtuh satu persatu, saat sebuah kecelakaan merenggut kesempurnaan indrawinya. Kedua kakinya yang sebelumnya kuat dan lincah, kini menjadi timpang. Dan ternyata kemalangannya bukan hanya itu saja. Dimulai dari penghianatan kekasih dan sahabatnya yang menjalin hubungan di belakangnya, hingga desakan ayah tirinya yang ingin menikahkannya dengan seorang bandot tua karena harta. Muak dengan stigma bahwa takdir seorang wanita adalah di dapur, di sumur dan di kasur, Seruni minggat dari desanya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang wanita dengan segala keterbatasan fisiknya, mampu berdiri di atas kakinya sendiri jikalau mau berusaha. Sementara itu, Antonio Brata Kesuma--sang anak sultan klan Brata Kesuma, paling tidak bisa mentolerir segala bentuk ketidaksempurnaan. Baginya semua yang cacat, tidak akan masuk hitungan. Baik itu berupa barang, ataupun orang. "Saya tidak minta dikasihani. Yang saya pinta hanya satu. Jangan menjadikan ketidaksempurnaan saya sebagai alasan untuk menjegal semua impian-impian saya. Saya memang cacat, tapi saya tidak bodoh. Saya mohon, izinkan saya berjuang." -Seruni Arkadewi- "Kamu itu selemah-lemahnya manusia. Sudah cacat, perempuan lagi. Sudahlah, terima takdirmu dan diam saja di rumah. Jangan mempersulit diri sendiri. Dunia ini keras. Ketahuilah, tekad tanpa amunisi, itu artinya bunuh diri. -Antonio Brata Kesuma-
ตอนยอดนิยม
เพิ่มเติม
Romansa
1037.9K viewsจบแล้ว
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

ArjumandViva
Kinara harus menjalani hidupnya di Falseland, tempat asing yang penuh misteri dan keajaiban karena sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan. Ia dikutuk menjadi setengah manusia setengah burung. Demi kembali menjadi manusia normal dan bisa hidup di dunia asalnya, ia harus melakukan misi penebusan dosa dengan melakukan banyak kebaikan agar bisa bertemu dengan Kinari. Mereka mendapat tugas yang sama, yaitu harus menemukan satu sama lain dan menarikan tarian kesetiaan di bawah pohon kalpataru dan disaksikan oleh seluruh penduduk Falseland. Perjalanan untuk menyelesaikan misi tidaklah mudah. Banyak rintangan yang dihadapi. Kinara dibantu oleh sahabat setianya yang bernama Rhara (berwujud setengah manusia setengah kelinci). Mereka berdua penuh optimis dan keberanian dalam menakhlukkan lawan-lawannya. Jika Kinara melakukan kebaikan, maka akan mendekatkan kepada Kinari. namun, kejahatan yang ia lakukan akan menjauhkannya dari Kinari dan membawanya ke Blackland (tempat di mana makhluk terkutuk sepenuhnya berubah menjadi binatang dan kehilangan semua sisi kemanusiaannya). Tantangan tidak berhenti sampai di situ. Sebab, Kinara adalah Si Terpilih. Artinya ia adalah sosok penentu keberhasilan bagi seluruh makhluk terkutuk yang sedang menjalani misi. Jika misinya berhasil maka semua makhluk bisa kembali ke wujud asli dan dunianya. Akankah Kinara menyelesaikan misinya? Atau justru terjebak dan memilih tinggal di Whiteland?
Fantasi
109.0K viewsยังไม่จบ
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
Hush! No Drama Allowed

Hush! No Drama Allowed

Helmina Ang
Kehidupan Hayu sudah terlihat sempurna. Dia merasa sudah puas dengan kehidupannya selama ini. Gadis asal Jogja ini menyukai pekerjaannya yang stabil. Walau gajinya tidak besar, memiliki atasan yang baik membuat Hayu betah bekerja di Nillson Home. Terlebih lagi ada dua karibnya, Mbak Maya dan Damar yang selalu menjadi support system terbaiknya. Dalam urusan cinta, Hayu juga beruntung. Dia telah menjalin hubungan bertahun-tahun dengan Samudra, seorang pelukis mumpuni dengan ketampanan khas pria Jawa. Ketika Hayu akan menginjak usia 29 tahun, ada satu hal yang benar-benar diinginkannya, yaitu menikah dan hidup bersama Sam. Sayangnya dia harus kecewa ketika Sam menyatakan belum siap untuk menikahinya. Tapi Hayu tidak menyerah. Dia masih percaya bahwa Sam adalah jodohnya. Kehidupan Hayu menjadi semakin rumit ketika masalah di kantor juga mengusiknya. Dia dihadapkan pada kenyataan bahwa atasan yang selama ini menjadi mentornya akan menyerahkan perusahaan kepada Jason, keponakannya yang berasal dari Swedia. Artinya Hayu akan memiliki atasan baru, seorang pria asing yang tampan dan menarik perhatian banyak wanita. Drama dan gosip pun mulai bermunculan ketika ada satu skandal besar terkuak di perusahaan itu. Bagaimana Hayu menjalani kehidupannya saat ini yang berbanding terbalik dengan kehidupannya dulu yang terlihat sempurna?
Romansa
103.1K viewsยังไม่จบ
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

Tadi hujan
Suasana meledak, semua orang maju. Aku segera bergerak cepat ke arah Salma yang langsung melayangkan kakinya ke selangkangan dua pria yang mengapitnya. Aku meraih tangan Salma. Sesuai arahku Ferdi dan tiga temannya mengikutiku. "Fer, bawa!" Aku melepas lengan Salma. Ferdi bergegas menariknya menjauhiku. "Keluar!" tegasku sambil menunjuk arah belakang yang memang kosong. "Nggak, Arka!" teriak Salma, terus menjulurkan tangan. Aku tersenyum. Salma perlahan hilang. Syukurlah mereka berhasil kabur. Hampir lima belas menit, aku masih bertahan. Banyak dari mereka yang langsung tumbang setelah kuhajar. Tapi beberapa serangan berhasil membuat sekujur badanku babak belur. Kini penglihatanku sudah mulai runyam. Aku segera meraih balok kayu yang tergeletak tak jauh, lalu menodongkannya ke segala arah. Tanpa terduga, ada yang menyerangku dari belakang, kepalaku terasa dihantam keras dengan benda tumpul. Kakiku tak kuat lagi menopang, tak lama tubuhku telah terjengkang. Pandanganku menggelap. Sayup-sayup, aku mendengar bunyi yang tak asing. Namun, seketika hening. (Maaf, ya, jika ada narasi maupun dialog yang memakai Bahasa Sunda. Kalau mau tahu artinya ke Mbah Google aja, ya, biar sambil belajar plus ada kerjaan. Ehehehe. Salam damai dari Author) Ikuti aku di cuiter dan kilogram @tadi_hujan, agar kita bisa saling kenal.
Young Adult
107.0K viewsยังไม่จบ
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
Which One Do You Want

Which One Do You Want

At the age of twenty, I mated to my father's best friend, Lucian, the Alpha of Silverfang Pack despite our age difference. He was eight years older than me and was known in the pack as the cold-hearted King of Hell. He was ruthless in the pack and never got close to any she-wolves, but he was extremely gentle and sweet towards me. He would buy me the priceless Fangborn necklace the next day just because I casually said, "It looks good." When I curled up in bed in pain during my period, he would put aside Alpha councils and personally make pain suppressant for me, coaxing me to drink spoonful by spoonful. He would hug me tight when we mated, calling me "sweetheart" in a low and hoarse voice. He claimed I was so alluring that my body had him utterly addicted as if every curve were a narcotic he couldn't quit. He even named his most valuable antique Stormwolf Armour "For Elise". For years, I had believed it was to commemorate the melody I had played at the piano on our first encounter—the very tune that had sparked our love story. Until that day, I found an old photo album in his study. The album was full of photos of the same she-wolf. You wouldn’t believe this, but we looked like twin sisters! The she-wolf in one of the photos was playing the piano and smiling brightly. The back of the photo said, "For Elise." ... After discovering the truth, I immediately drafted a severance agreement to sever our mate bond. Since Lucian only cared about Elise, no way in hell I would be your Luna Alice anymore.
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
I Woke Up and the Dream Was Over

I Woke Up and the Dream Was Over

I've gone to the church to pray for my son, Robert Scott. On the way home, my carriage is overturned because the horses suffer from a shock. When I wake up, I look at my family gathering around my bed. Then, I decide to pull a prank on them. "Sorry, but who are you?" I do my best to suppress the smile that threatens to appear on my face. I want to see how my family is going to comfort me now that I have "amnesia". Will Mom and my husband, Jeremy Scott, take my hands comfortingly? Or will Robert lunge at me while crying out to me? What I don't expect is to see my family breathing sighs of relief after their initial shock has faded away. Mom is the first one to speak up with a hint of relief coloring her tone. "Since you've already forgotten all about us, then it's fine. Maisie, you're actually the adopted daughter of the Liddell family. Amber is the actual heiress of the Liddell family." Jeremy points at me while telling Robert, "Robbie, you must address her as Aunt Maisie." Before I can recover from my shock, I see my own son, whom I'm willing to sacrifice my life to protect, running over to hug Amber Liddell, the fake heiress, happily. "Mom, I've spent the whole day playing outside! Oh, I miss you so much!" So, it turns out that my case of amnesia is exactly what this family wants. In that case, I might as well abandon this farce of a family.
เรื่องสั้น · Romance
1.1K viewsจบแล้ว
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
Tato Pengkhianatan Itu Sudah Kuhapus

Tato Pengkhianatan Itu Sudah Kuhapus

Lima tahun setelah pernikahanku dengan Yovan Murdaya, seorang Bos Besar mafia, dia meninggalkanku dalam keadaan sekarat saat baku tembak untuk menyelamatkan selingkuhannya, Diana. Aku terbangun tiga hari kemudian di kamar VIP rumah sakit. Tanpa ada permintaan maaf. Yovan bersikap dingin. “Kau itu istriku, tentu saja sudah tahu resikonya. Jadi, jangan lebay.” Lalu, dia menambahkan, “Tapi, Diana berbeda. Dia itu rapuh dan membutuhkanku.” Setelah itu, selama tiga bulan aku diabaikan. Seperti biasa, dia berharap akulah yang akan menyerah dan kembali memohon maaf. Tiga bulan kemudian, aku menyerahkan kesepakatan dengan orang Irlanda kepada Diana begitu saja. Itu kesepakatan besar yang telah kubangun sendiri selama setengah tahun. Yovan mengira itu artinya aku sedang membujuknya. Dia tersenyum, sesuatu yang langka dan tulus akhir-akhir ini. “Sudah kuduga kau akan berubah pikiran. Sebagai hadiah, kita akan pergi ke Vergasi. Aku tahu kau selalu ingin pergi ke sana.” Keesokan harinya, Diana mengeluh bosan, dan Yovan kembali mengingkari janjinya. Dia malah membawa wanita itu ke Vergasi, dan mengatakan padaku bahwa itu karena ada urusan keluarga yang mendesak. Kali ini, aku tidak menangis, juga tidak membuat keributan. Yovan senang aku menjadi begitu pengertian. Tapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah memutuskan semua hubungan dengan Keluarga Murdaya. Dan, bahwa dia sudah menandatangani surat perjanjian cerai kami. Akhirnya, aku bebas.
เรื่องสั้น · Mafia
5.0K viewsจบแล้ว
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด
ก่อนหน้า
1
...
454647484950
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status