Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

JERAT MANIS BERONDONG POSESIF

Bertahun-tahun hidup dalam hinaan dan siksaan suaminya, Siska melarikan diri di malam pesta di Bali dan terjerat dalam gairah bersama pria muda bernama Arga. Dalam rengkuhannya, ia merasa kembali dihargai dan diinginkan. "Akhirnya setelah 15 tahun, aku menemukanmu Siska", Bisik Arga. Siapakah Arga? Ada apa dibalik cerita 15 tahun yang lalu. Kini Siska berada di tepi jurang, tetap mati perlahan dalam pernikahan yang menyiksa, atau hidup kembali dalam dosa perselingkuhan bersama "Berondong Tampan".
501 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

kisah tentang penebusan dosa yang dibayar dengan dosa baru, di mana akhir bahagia tidak ditemukan di pelaminan, melainkan dalam kesetiaan tersembunyi sebagai kekasih gelap abadi. Soraya Adhitama terpaksa menukar harga dirinya dengan nilai A dan uang dari tiga dosen penguasa kampus: Subagyo yang korup, Rian yang manipulatif, dan Brata yang dingin namun logis. Dan di hadapan Gilang dan istri sah yang menyerah kalah, Soraya dihadapkan pada pilihan yang paling berdosa: Lari menjauh demi moralitas, atau merengkuh cinta terlarang itu selamanya?
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Senyuman

Rahasia di Balik Senyuman

Menyaksikan pengkhianatan suami dan sahabatnya, Almira tidak meledak dalam amarah, tidak menangis, tidak mengungkapkan luka yang mengoyak hatinya. Ia hanya tersenyum. Tapi bukan senyuman kepasrahan, melainkan itu adalah senyuman seseorang yang sedang merancang sesuatu… sesuatu yang akan mengubah segalanya. Dalam senyap, ia mengatur langkahnya dengan cermat, mengawasi pergerakan mereka, menyusun akhir yang tak mereka bayangkan. Suami dan sahabatnya merasa aman, menikmati kemenangan dalam bayang-bayang kebohongan mereka. Mereka tidak tahu, permainan yang sebenarnya baru saja dimulai. Namun, sebuah rencana sebesar ini tidak pernah tanpa resiko. Akankah Almira benar-benar keluar sebagai pemenang, atau justru terjebak dalam permainan yang ia ciptakan sendiri?
950 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
TRAPEZOID

TRAPEZOID

iamorennpurple
“suatu saat nanti Galaksi bakal ngerti kenapa Abil sangat sayang sama Gravity” Syabila Key Alcantara “lo, gue sayang sama lo. Bahkan samapai satu detik sebelum ini” Gravity Rajata Prakasa “gue gak biasa mengucapkan kata maaf. Kalau lo mau, lo lo bisa minta maaf sama gue dan gue bisa menerima permintaan maaf lo” Marven Galaksi Prakasa Trapezoid berarti empat sisi yang saling berhubungan, layaknya hubungan anatara Abil, Gravity dan Galaksi. Mereka harus sama-sama menemukan potongan puzzle dari kehidupan mereka, menemukan sisi ke empatnya supaya bisa saling berhubungan. Mereka dituntut untuk merasakan rasa pahit, sedih, senyap, pengap, sesak, bahkan menelan pil pahit kekecewaan hanya demi sebuah kepingan puzzle. Tidak heran, takdir memang sekejam itu.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Suami Meninggalkanku Saat Gempa, Dia Menyesal Saat Aku Memilih ke Selacau

Suami Meninggalkanku Saat Gempa, Dia Menyesal Saat Aku Memilih ke Selacau

Saat gempa dahsyat menghantam, suamiku justru mendorongku hingga jatuh demi menyelamatkan mahasiswi miskin yang selama ini dia santuni. Aku tertimbun reruntuhan. Batu-batu bata menghantam tubuhku hingga organ hatiku robek, dua tulang rusukku patah, dan bayi dalam kandunganku tewas karena lemas. Akan tetapi, tepat saat aku akan didorong masuk ke ruang gawat darurat, suamiku justru mencegat dokter. "Selamatkan Aisha dulu! Dia syok berat dan rentan anemia. Ambil darah Zoya saja, golongan darah mereka sama." Rumah sakit itu adalah milik Keluarga Aditya, keluarga suamiku. Dokter itu sempat ragu sejenak, tetapi akhirnya dengan tangan gemetar, dia menuruti perintah sang tuan muda. Akibat penanganan yang terlambat, janin yang mati di rahimku memicu infeksi parah. Aku mengalami pendarahan hebat dan terpaksa menjalani operasi pengangkatan. Di dalam ruang operasi yang senyap, sayup-sayup aku mendengar suamiku di ruangan sebelah sedang menyenandungkan lagu pengantar tidur demi menenangkan perempuan lain. Tak lama kemudian, perutku pun mengempis. Sambil menatap langit-langit ruang operasi yang pucat, keringat dan air mataku luruh menjadi satu. Dengan sisa tenaga yang ada, aku menekan tombol nomor telepon. "Guru, dalam program pengabdian mengajar ke Selacau minggu depan, aku juga mau ikut."
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Atasanku

Terpaksa Menikah dengan Atasanku

Setelah menerima pekerjaan barunya sebagai asisten Presiden Grup Jing Sheng, ia pun bersiap melapor untuk pertama kalinya kepada sang atasan yang, sama seperti dirinya, juga baru saja menjabat. Ia belum sepenuhnya paham medan yang akan dihadapinya, namun tak disangka, tugas pertamanya justru datang dengan kejutan besar. "Pagi besok, batalkan semua jadwal rapat," ujar pria itu dengan nada tenang namun tak terbantahkan. "Jam sembilan, ikut aku ke kantor catatan sipil. Kita akan mengambil surat nikah." Hari pertamanya bekerja dan ia sudah harus menghadapi kenyataan bahwa sang presiden yang baru itu, dengan seenaknya, memaksanya untuk menikah. Tanpa perkenalan, tanpa proses pendekatan, hanya satu perintah yang tak memberikan ruang untuk pembangkangan. Haruskah ia melawan? Atau menuruti saja perintah pria yang bahkan belum sempat benar-benar ia kenal? Malam harinya, ketika rumah sudah senyap dan waktu tidur tiba, pria itu bersandar santai di ambang pintu kamar. Suaranya terdengar ringan, malas, namun ada nada menggoda yang tak bisa diabaikan. "Bu Ny. Presiden, aku mau matikan lampunya. Kau yakin ingin tidur meringkuk seperti bakpao kukus sambil memeluk pisau?" Perempuan itu menatap tajam sambil tetap memegangi senjata kecil yang ia bawa untuk berjaga-jaga. "Kalau begitu, kau bisa tidur di luar." "Tidak mungkin," sahut pria itu cepat. "Ini rumahku." "Siang tadi, kau sendiri yang mengalihkan hak kepemilikan rumah ini padaku. Jadi sekarang, ini rumahku," balasnya tenang, tapi tajam. Saling menantang di antara batas logika dan perasaan, keduanya berdiri di ujung ketegangan yang entah akan berakhir dengan perang atau... sesuatu yang jauh lebih membingungkan.
10777 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
PENDEKAR TAPAK DEWA

PENDEKAR TAPAK DEWA

Sinopsis: Kebiadaban yang dilakukan oleh gerombolan La Afi Sangia kian merajalela. Terakhir mereka membantai penduduk Desa Tanaru dan galaranya (kepala desa) secara sangat biadab, dan desa dibumihanguskan. Sebagian rakyat desa ikut hangus bersama rumah-rumah mereka. “Akan kubesarkan dan kugembleng bayi titisan ini menjadi seorang pendekar besar. Biarlah kelak dia sendiri yang akan menuntut balas atas kematian kedua orang tua dan semua warga desanya,” ucap Dato Hongli dengan suara bergetar karena menanggung gelombang amarah yang membahana dalam dadanya terhadap gerombolan durjananya La Afi Sangia. Sang mantan jenderal perang Kekaisaran Dinasti Ming (Ming Chao) yang sudah berusia hampir setengah abad itu berjongkok dan mengangkat tubuh sang bayi. “Akan kuberi kau nama La Mudu, si yang terbakar,” ucapnya dengan suara setengah bergumam kepada si bayi, sebelum ia mengangkat tubuh bayi tinggi-tinggi dengan kedua tangannya sembari berseru dengan suara membahana, “Aku bersumpah untuk menggembleng dia menjadi seorang pendekar besar yang akan menumpas segala bentuk kedzoliaman di atas jagat raya ini…!! Wahai Dewata Agung….kabulkan keinginanku ini….!! Kabulkan…wahai…Dewata Aguuung….!!” Dewata Agung tentu mendengar permohonannya dan seolah jagat raya pun ikut mengamini. Cahaya petir menghiasa angkasa lalu disusul oleh suara gemuruh guntur yang bersahut-sahutan. Tak lama kemudian hujan deras turun mengguyur bumi yang nestapa. Tangis sang bayi malang, La Mudu, tiba-tiba pecah. Suara tangisannya yang di tengah perkampungan senyap yang telah menjadi ladang pembantaian keji membuat perasaan Dato Hongli tersayat pilu. Jenderal Hongli atau Dato Hongli yang di negeri asalnya tenar dengan julukan Wu Ying Jianke (Pendekar Tanpa Bayangan) dari Nanjing segera meninggalkan bekas Desa Tanaru, bergerak ke arah barat derngan gerakan lari yang amat cepat.
9.1152.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai senyap
Tampilkan Ulasan (62)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Risa Melia dikenal luas di kalangan elite sebagai "peri kecil". Dia punya bibir merah yang melengkung tipis dan sudut mata yang menggoda. Niko Sutomo adalah pewaris paling cemerlang dari keluarga konglomerat. Dia dingin, sulit didekati, laksana bunga di puncak gunung salju, penuh pengendalian diri dan tahan pada hasrat. Tak seorang pun tahu bahwa dua pribadi yang begitu bertolak belakang ini, di antara gelapnya malam, saling menjerat dalam keintiman. Di kursi belakang mobil yang melaju senyap, di toilet jamuan amal yang sunyi, hingga di depan jendela kaca setinggi langit-langit di kebun anggur pribadi, pinggang Risa dicengkeram erat hingga kakinya melemas. Satu malam panas telah usai, suara air mengalir terdengar lirih dari kamar mandi. Risa bersandar di kepala ranjang, menghubungi ayahnya. “Aku bisa menikah dengan Putra Mahkota Kota Selatan yang katanya sekarat itu untuk menolak bala. Tapi aku punya satu syarat .…” Di seberang sana, kegembiraan ayahnya tak bisa disembunyikan. “Katakan syaratnya. Asal kau mau menikah, apa pun syaratmu akan Ayah penuhi.” “Nanti kita bicarakan saat aku pulang.” Suara Risa terdengar lembut, namun sorot matanya dingin tanpa emosi. Risa menutup telepon dan hendak bangkit untuk berpakaian, sekilas pandangannya jatuh pada laptop Niko di samping ranjang. Layar yang menampilkan aplikasi pesan masih menyala di sana. Pesan terbaru datang dari seorang gadis dengan nama kontak "Dinda". [Kak Niko, ada petir, aku takut ….] Ujung jari Risa bergetar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Niko keluar dari sana. Tetesan air meluncur dari tulang selangkanya, dua kancing kemejanya terbuka sembarang, tampak dingin dan tenang, terselip sedikit kesan santai dan malas yang memikat. “Ada urusan di perusahaan. Aku pergi dulu,” katanya datar sambil meraih jas. Bibir merah Risa terangkat membentuk senyum tipis. “Urusan perusahaan, atau kamu mau menemui belahan jiwamu?”
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status