Ending 'Neksus' sebenarnya adalah misteri yang sengaja dibiarkan terbuka oleh pengarangnya. Dari beberapa wawancara yang pernah kubaca, penulis mengaku ingin membiarkan interpretasi masing-masing pembaca berkembang bebas. Ada yang melihatnya sebagai kemenangan kecil manusia melawan sistem, tapi ada juga yang menganggapnya sebagai tragedi siklus yang tak terputus. Aku pribadi merasa ending ini mirip dengan 'Blade Runner', di mana ambiguitas justru menciptakan diskusi tak berujung yang lebih menarik ketimbang jawaban pasti.
Yang kusuka dari pendekatan ini adalah bagaimana setiap orang bisa membawa perspektif hidupnya sendiri untuk mengisi celah cerita. Temanku yang bekerja di bidang teknologi melihatnya sebagai kritik terhadap kecerdasan buatan, sementara adikku yang masih SMA malah bilang ini alegori tentang pemberontakan remaja. Keren banget kan? Justru karena tidak dijelaskan, 'Neksus' jadi hidup dalam imajinasi kolektif fansnya.