Dewa
Beliau naik lagi ke lantai dua, membangunkan putranya yang masih setia mencumbu mesrah mimpinya.
Tok... tok... tok...
"Dewa! Bangun, sekolah..." seru beliau. Tak ada jawaban.
"Dewa, banguuuunnnn! Sekolah, kemarin kamu sudah tidak sekolah kan?"
Dirasa berat sekintal kepala Dewa. Terbias suara teriakan Nyonya Finda dari balik pintu. Dia pun bangkit dan melirik jarum jam yang bertengger di atas kepalanya. Pukul enam pagi. 'Oh, baru jam enam,' pekiknya. Dia menyibak selimut yang semalaman mencumbunya dengan kehangatan. Kosen pintu digapainya.
Hot Chapters