Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Tiba-tiba, suara kantong plastik terjatuh ke lantai membuyarkan lamunanku. "Kenapa kamu kembali secepat ini ...." Aku tersenyum sambil menoleh. Namun, saat aku melihat pendatang itu, aku langsung terdiam. Aku melihat Stevan yang tampak panik. Sebuah kantong plastik terjatuh di lantai di depannya. Sedangkan Sheila, sahabatku, berdiri di sampingnya dengan serbasalah.
13.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Dia hendak mengirim pesan kepadaku, tapi tiba-tiba sadar dia tidak ada nomor aku. "Fendy, aku menampar Linda kemarin. Apa wajahnya masih bengkak? Apa dia sudah mengompresnya dengan es batu..." Ayah menangis tersedu-sedu. Sejak dia mengetahui kebenaran hingga sekarang, hanya dalam beberapa jam, dia merasa jauh lebih tua. Yang terlintas di benaknya adalah ekspresi putus asa dan sedihku malam itu.
23.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 760 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Hasrat Tak Terbendung Kakak Iparku

Hasrat Tak Terbendung Kakak Iparku

Suara marah tetangga terdengar di depan pintu. Brak brak brak! Tetangga itu sepertinya sangat marah, terus-menerus menggedor pintu. Aku pun tersadar, dan buru-buru menempatkan Kakak Ipar di kursi samping. Kakak Ipar dan dua wanita lainnya juga tersadar, wajah mereka langsung berubah. Aku bangkit, berjalan dan membuka pintu, lalu terus meminta maaf kepada tetangga.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Perasaan Setelah Jadi Abu

Perasaan Setelah Jadi Abu

Kenapa ekspresi wajahnya tidak menunjukkan kebahagiaan sedikit pun? Candra tidak pergi ke rumah sakit. Dia kembali ke rumah kami. Candra melihat sekeliling. Ada debu tipis yang menutupi perabotan. Rumah itu jelas sudah lama tidak dihuni, tetapi Candra baru menyadarinya sekarang. Candra pun terduduk lemas di sofa. Dia memijat dahi dengan jari-jarinya, lalu mengeluarkan ponsel, dan mengirim pesan suara WhatsApp padaku.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Cinta Penuh Luka

Cinta Penuh Luka

Ungkap Harsya dengan senyum di wajahnya, nampaknya gadis itu begitu senang dapat bertemu dengan calon tunangannya. "Oh iya, hati-hati." Hanya itu yang dapat Fajar ungkapan, hatinya sangat sakit ia tidak dapat berfikir rasional lagi. Harsya pun meninggalkan Fajar di ruangan yang sangat sunyi itu, Fajar merasa sangat amat kecewa dengan dirinya, ia tidak mengerti dengan gadis itu, kemarin Harsya menangis ke dalam pelukannya dan bercerita kepadanya bahwa ia tidak siap dengan semua perjodohan ini dan sekarang gadis itu sangat menikmati semua itu.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Gadis Terabaikan

Gadis Terabaikan

Setelah 2 jam menangis akhirnya Nyonya Fay tertidur. Tuan Fahrid : Ma.. Papa pulang Tn Fahrid mencari tidak ada dan dia melihat kamar putri ke 2 nya terbuka . Alangkah terkejutnya Tn Fahrid melihat istrinya tertidur dalam keadaan menangis . Tuan Fahrid juga melihat di sekitar kamar putrinya masih terlihat semua barang barang yg ada di dalam kamar itu bersih baru tidak pernah dipakai atau untuk tidur saja tidak pernah karena kelamaan ber argumen dengan pikirannya Tn Fahrid tertidur di samping istrinya
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Menyesal Usai Bercerai

Menyesal Usai Bercerai

Aku pun segera membukanya. [Udah, masuk Mas transferannya, makasih ya, Sayang!] Dengan emotion love banyak. Seketika dadaku langsung berdebar membaca pesannya, rasa marah, kecewa bercampur jadi satu sampai tanganku terkepal kuat hingga menimbulkan buku-buku putih. 'ya Allah, Mas tega kamu' [Iya, nanti tunggu, Mas di tempat biasa. Mas mau ke kantor dulu! ] Sebuah pesan masuk lagi dari Mas Restu, dan tidak ada lagi pesan balasan.
8.465.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suamiku

Penyesalan Suamiku

kata Frans terbata-bata. Clarissa tersenyum, "Tidak apa-apa. Ada kesalahpahaman kecil antara aku dan Tuanmu. Lagipula dia 'kan orang yang sibuk. Jadi kau tidak perlu canggung, Frans." kata Clarissa. Seolah ia tahu apa yang akan Frans katakan. "Oh, ah, i-iya. Saya mengerti. Maaf, jika ucapa saya salah dan tidak berkenan di hati Anda." kata Frans meminta maaf. Ia tidak bermaksud menyinggung perasaan Clarissa.
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Fariq juga tidak boleh terlambat membawa Jingga pulang. Sementara Mahika kembali menagis di ruangannya. Setelah cukup tenang ia membuka ponsel dan melihat galeri foto. Di tatapnya lama anak perempuan berusia lima tahun itu. Setiap menatapnya ada pedih yang menyayat hati. Ada luka dan ada perasaan bersalah yang menekan dada. * * *
10482.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.1K kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Tampilkan Ulasan (67)
Baca
+Pustaka
yenyen
bagus tapi karena chapternya banyak dan karakternya juga banyak, mending bacanya harus marathon, skip seminggu lupa lagi ini siapa ya aditya? siapa ya mirinda? hehehe.. but overall bagus dan memperkenalkan syariat islamnya mantap, dan menjelaskan bukan agamanya yang salah tapi individunya yng bermas
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Gara-gara Istri Muda Anakku Meregang Nyawa

Gara-gara Istri Muda Anakku Meregang Nyawa

Tak ada kesedihan, tak ada rasa senang, tak ada kecewa, seolah aku hidup dalam dimensi lain. "Ma, kenapa duduk di lantai?" teguran Cipta yang tiba-tiba, memecah keheninganku. Memandang mukanya yang polos tetapi mulai jerawatan, barulah kesedihan pelan-pelan menyusup dalam relung hatiku. Otakku mulai mencerna apa yang terjadi. "Ma, kenapa menangis? Ada apa?" Cipta mendekat seraya mengusap mataku yang mulai basah.
9.812.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai firasat tiba tiba sedih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status