ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN
“Maaf, Mbak kami kurang cepat mengantisipasi, benar-benar tak menduga kalau tadi ada begitu banyak orang yang akan datang mengerumuni Mbak Rindu.”
“Cepat atau lambat semua ini pasti akan terjadi,” gumamku kelu.
Rina dan Isti langsung melirikku lugas.
“Mbak, mereka terlalu cepat menghakimi.”
“Nyatanya di mata mereka aku memang cuma seorang pelakor, aku adalah wanita yang hina karena mau menikah dengan lelaki yang sudah beristri. Aku ini perebut suami orang.”