Suami Pengangguranku Izin Poligami
ucap Nita pura-pura lugu.
"Benar-benar aktris yang handal kamu Nit, suatu saat kedokmu akan terbongkar!" dengan menepis beberapa tangan orang yang memegang lenganku, aku bergegas pergi meninggalkan mereka. Terlihat beberapa orang terus-terusan berbincang dengan Nita, mungkin mereka sedang menguatkan Nita yang seolah-olah menjadi korban. Dasar para manusia aneh, mereka memihak berdasarkan penampilan. Mereka percaya begitu saja monsther yang baru mereka kenal itu. Ah, sudahlah! aku membenci kenyataan bahwa wanita buruk seperti ku memang selalu dipandang sebelah mata
"Kenapa Mbak melamun?" tanya Irish yang baru pulang dari rumah majikan orangtuanya, dia kasian melihatku terdiam dengan tatapan k