JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
zolepenarumah eyangrumah eyang jogjarumah nenekmimpi minggat dari rumah
Lalu, kami melihat tingkah Eyang yang bak seorang penjahit handal.
Sekonyong-konyong tubuhnya bergoyang ke depan menikmati tenunan yang ia kerjakan. Merintih perlahan dengan bisikan kecil melantunkan tembang kuno. Tembang yang jika kami artikan berbunyi, "Di atas kepalamu ada pancaran api, artinya ragamu mau pergi, mau pergi, mau pergi."
Karena takut ketahuan nonton, kami merepet di balik dinding. Tidak ada dorongan masuk, apalagi mengajak Eyang bicara. "Lah, kesannya kayak buronan lagi ngumpet, Dek."