Membela Anak dari Tuduhan
Aku hanya menghadiri satu pesta di lingkungan baruku yang kaya. Tidak lama setelah itu, tetanggaku Nadia menuntutku.
Di pengadilan, dia menggendong putrinya Tiffany yang tubuhnya penuh memar dan luka. Dia menuduh anak lelakiku telah memperkosa putrinya.
Di tengah persidangan, Tiffany menarik kerah bajunya ke bawah dan bekas merah melingkar jelas di lehernya.
"Dia mencoba merobek celanaku," katanya terisak. "Dia mencoba memperkosaku dan aku melawan. Jadi dia memukulku dan merusak wajahku!"
Di luar gedung pengadilan, para demonstran mengangkat papan-papan bertuliskan hinaan, menyebut putraku sampah, dan anak orang kaya manja.
Di dunia maya, sebuah memorial hasil editan fotoku menyebar luas. Tulisannya berbunyi: [Ibu yang tidak layak seharusnya mati bersama putranya.]
Saham perusahaanku mengalami penurunan drastis.
Namun aku tetap duduk di sana, wajahku tanpa ekspresi. Aku hanya meminta agar Rian dibawa masuk.
Pintu ruang sidang terbuka. Semua orang terdiam ketika Rian melangkah masuk.