Ketika yang paling berkuasa bersama
Keduanya membuat irama mereka sendiri, lagu milik mereka berdua sendiri dalam kombaran api yang menghangatkan, dimana rasa sakit menjadi begitu nikmat di atas meja.
Dalam kendali Hadar, Luna selalu menatap Hadar sebagai langitnya. Yang bermain turun ke bumi, diantara gunung yang tinggi dan lembah yang dalam.
“Hadar itu sedikit…”
Mencoba mencapai klimaks dengan nada berulang yang diciptakan oleh bibir manis milik Luna.
“Tiga kata terindah itu, akan menjadi lebih dari sekadar kata.”
Peringatan muncul pada kepala Luna ketika sang langit mencoba untuk menyatu dengan bumi, tidak peduli akan hadirnya hujan yang datang bersamaan dengan petir yang menyambar.
Hot Chapters