Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Arga menjawab tanpa berpaling, “Bukan kasihan, Yah. mungkin Tuhan cuma pengen lihat, kalau dua orang yang pernah hancur ternyata masih bisa saling nyembuhin.”
Mereka masuk ke rumah, menutup pintu pelan. di ruang tamu, radio tua menyala sendiri lagi, memutar lagu yang sama seperti malam sebelumnya, tapi kali ini nadanya terdengar lebih jernih. suara penyanyi perempuan yang serak lirih mengalun, “Setelah hujan, tanah pun belajar mencintai matahari.” Arga menatap Aisyah sebentar, lalu menaruh keningnya di bahunya. tak ada kata, tak ada janji, cuma rasa yang akhirnya tenang setelah sekian lama belajar bertahan.
Chapitres populaires