Owned by My Enemy
“Kita mulai dari galeri malam ini. Pastikan kau siap membuat mereka jatuh cinta padamu.”
Nastenka menatap tangan itu sejenak, lalu menerimanya. Hangat, besar, dan kuat —tapi baginya, tangan itu sama saja seperti tali jerat yang mencekik.
Nastenka tersenyum tipis, walau begitu wajah cantiknya terlihat dingin. “Jangan salah paham Tuan Romano. Aku tidak datang untuk membuat siapapun jatuh cinta.” Matanya menatap balik kearah manik berwarna perak abu-abu Mikhail yang dapat membuat siapa saja tergila-gila.
Hot Chapters