CEO Nakal Kekasihku
Dalam posisi yang lebih randah, mereka saling memberikan irama dan hentakan, agar seluruh rasa yang tercurah, dapat menciptakan kepuasan.
“Sudah bisa aku pungkaskan sekarang?” tanya Keano. Hafiza lagi-lagi hanya memeluknya sangat erat, karena terlalu malu. “Kamu boleh menjerit, karena aku sangat suka.” Hafiza menahan dengan menggigit bibirnya. Meskipun suaminya mengaku sangat suka, tapi masih merasa malu untuk menjerit meluapkan kenikmatan. Lelaki itu kini mempercepat temponya, membalik tubuh agar istrinya merasakan sensasi ketika menjadi pemimpin dalam permainan. Lelaki itu memandu sang istri, sehingga kepuasan milik mereka berdua.
Hot Chapters