Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali
“Kamu udah makan?”
Ranaya tersenyum kecil meski tak ada satu pun kebahagiaan dalam dirinya. “Belum. Aku nggak kepikiran makan.”
“Aku kirimin makanan, ya. Favorit kamu, pasta seafood. Yang dari tempat biasa.”
“Nggak usah, Rio. Aku bisa urus sendiri, kok.”
“I know you can, but let me help. Aku selalu di sini buat bantu kamu, Ran.”