PESONA LELAKI PLUS-PLUS
Franz yang berdiri di samping Avanza, menoleh ke arah lain, mengusap matanya dengan punggung tangan, pura-pura melihat pohon kamboja.
"Mamak salah, Cho... Mamak salah jatuh cinta... Mamak tinggalkan kau sama Karta dan Lestari... maafkan Mamak, Nak..."
Macho meraung di bahu ibunya. Untuk kedua kalinya ia memanggil dengan benar.
"Mak..."
Dari dalam rumah luas itu, turun dua anak.
Randy, 15 tahun, tinggi, ganteng, kulit sawo matang bersih, rambut cepak gaya anak SMA internasional, pakai kaos basket. Darah Bali tulen. Darah Ketut Wardana.