Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
METEOR

METEOR

Radit sudah terbiasa, penggemar pedas tanpa batas prioritas paling atas. "Minum obatlah. Atau gak bikin oralit buatan sendiri kayak larutkan enam sendok teh gula pasir dan setengah setengah sendok teh garam di satu liter air. Selain itu, ada juga konsumsi pisang, kentang, jahe, wortel, yogurt, air putih, jus buah, daging kukus, roti gandum, nasi, dan teh chamomile," jawab Adit bijak, jelas, genius, calon dokter.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as melotot
Read
+Library
La Tahzan, Miss Lemot

La Tahzan, Miss Lemot

Apalagi Vallen adalah orang asing, orang yang baru dikenalnya dengan jangka waktu seminggu. "Tentu saja aku tahu, Baby. Bahkan untuk ukuran sandal dan pakaian dalammu pun aku tahu," ungkap Vallen dengan frontal. Fernan, Hidayah, dan Ines langsung terbatuk-batuk saat mendengar ungkapan frontal dari Vallen. "Tuan Vallen suka mengintip Ines ya? Makanya tahu ukuran pakaian dalam dia. Padahal apa gunanya ngintip Si Lemot, punya dia kecil. Nggak seksi," seloroh Fernan, membuat Hidayah langsung menoyor kepala pria itu.
9.83.1K viewsOn holdAdded to Library 77 Times as melotot
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
MELODI ABELIA

MELODI ABELIA

Sebagai gantinya, aku memesan Blue Lagoon Mocktail. Aku mengunyah perlahan appetizer yang sudah tersaji. Campuran mentimun, daun shiso, dan buah delima pada Opal Apple Summer Roll memberi rasa segar di lidah. Dari sudut mata aku melihat Arsya memandangiku, tetapi aku mengabaikannya. Setelah selesai dengan appetizer, aku meneguk mocktail. Sama saat seperti mengunyah makanan, aku juga meneguk minumanku perlahan.
9.85.1K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as melotot
Show Reviews (38)
Read
+Library
ayyona
Senang banget ada karya baru Kak Author ini di platform ini. Setelah baca karya yg lain di 3 platform berbeda, aku fans yg selalu ikutin ke mana-mana. Kecuali satu yg di platform H, ga punya aplikasinya. Udah penuh memori HP lol
Chocollacious
mengerikan amat traumanya Abelia... mungkin arsya satu"nya akan menjadi healernya... yah....udh ga ada lanjutan babnya lagi. kebiasaan deh aku selalu baca marathon karya kk ga sadar... Ayo lanjutkan upnya lagi! Aku selalu ketagihan baca karya kk...
Read All Reviews
Perfect Melody

Perfect Melody

Sorot temaramnya lampu kafe menjadi saksi gesekan merdu dari biola Stevia. Tubuh terbalut dress selutut berwarna peach serta rambut panjang tergerai membuat Stevia begitu cantik malam ini. Rutinitasnya tiap malam minggu, mengisi sebuah kafe dengan instrumental biola. Seusai membawakan penampilan terakhirnya. Stevia berjalan ke arah tempat pemesanan.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as melotot
Read
+Library
PELET CINTA LOLITA!

PELET CINTA LOLITA!

sembur Lolita berapi-api. “Main-lah!” “Si Guguk! Siapa yang lo paranin, Kadot?! Gue kan udah nggak tinggal disini!” Lolita memicing dengan sudut bibir terangkat satu. Ia bisa mencium bau-bau tak sedap yang menguar dari tubuh sahabatnya. “Gu-Gue nyamperin Tante kok,” ucap Melisa beralibi.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as melotot
Read
+Library
Vila Melati

Vila Melati

Melotot, aku mengintimidasinya lewat tatapan. Ia mengangkat kedua telapak tangan, mencoba menenangkanku. "Mbak, itu hanya sementara. Mohon sabar karena selama dua belas jam Mbak kehilangan mata batin. Tapi setelah itu akan terbuka lagi." "Kenapa seperti itu?"
102.4K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as melotot
Read
+Library
MULUTMU, RACUN UNTUKKU

MULUTMU, RACUN UNTUKKU

Lukman bertanya dengan berteriak dan wajahnya yang telah merah bertambah merah. "Aku tidak akan memberikan gelas lagi padamu! Kamu sudah memecahkan berapa gelas, Lukman!" balas Pak Tejo dari arah dalam dengan suara yang tak kalah keras. Dia terdengar sangat kesal pada Lukman. "Dan juga, bayar dulu hutangmu sebelum pergi!"
102.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as melotot
Read
+Library
LORO

LORO

zebel deh lol. terimakasih sudah baca.
9.79.8K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as melotot
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status